Penjelasan Mengenai Ban Serta Cara Membaca Kode Ban

0

Bagi anda yang menggunakan kendaraan, Selain mesin, yang perlu anda perhatikan pada kendaraan anda adalah ban. Jika sedang membahas mengenai ban kendaraan, apa yang harus anda ketahui darinya? Berikut dibawah ini ada berbagai macam pembahasan mengenai ban yang patut untuk anda ketahui.

Pengertian Ban

Seperti apa yang kita ketahui, ban merupakan salah-satu bagian kendaraan dimana ban tersebut terhubung langsung pada permukaan jalan. Ban juga dapat disebut sebagai perangkat yang menutupi velg pada roda. Sebagai bagian penting dari kendaraan, ban dikatakan dapat mengurangi suatu getaran karena permukaan jalan yang tidak teratur serta ban juga memiliki kemampuan untuk melindungi roda dari aus atau susut karena tergores karena jalanan. Selain itu, ban juga mampu menstabilkan antara kendaraan dengan tanah untuk mempermudah pergerakan.

Penemu karet ban

Penemu karet ban yang saat ini bisa kita lihat pada kendaraan adalah Charles Goodyear. Charles Goodyear seorang kelahiran dari New Haven sekitar 29 Desember 1800-an. Sekitar tahun 1839, ia melakukan pencampuran belerang dengan karet sehingga menghasilkan tekstur karet yang lebih keras dibandingkan dengan karet biasa. Lalu pada tahun 1844, ia mengembangkan hasilnya tersebut.

Sebelumnya, Charles Goodyear merupakan seorang pedagang yang pernah mengalami kebangkrutan karena banyaknya utang dan dikabarkan lagi, ia pernah dipenjara. Dan sekitar tahun 1830, pada saat itu sedang musim-musimnya karet sehingga iapun tertarik mengikutinya.

Pada saat itu, ia yang menilai bahwa karet merupakan bahan yang bagus untuk dijadikan sebagai bahan yang berguna karena sifatnya yang bisa mengeras dan lengket.

Kemudian, Charles Goodyear membangun sebuah perusahaan yang mengolah karet untuk dijadikan sebagai bahan yang berguna. Tujuh tahun sebelumnya, ia pernah mengolah karet dengan perpaduan magnesium oksida, tepung perunggu, asam nitrat dan kapur perekat. Tetapi usahanya tersebut tidak membuahkan hasil.

Pada tahun 1839, ia mendapatkan keberuntungan dimana campuran karet dengan belerang yang jatuh kedalam sebuah tungku yang sangat panas dan ia melihat karet tersebut meleleh yang bereaksi dengan belerang sehingga berubah manjadi kulit elastis. Disinilah pertama kali karet ban tercipta.

Kemudian, ia kembali berhasil membuat karet yang tahan terhadap cuaca. Dan disitulah semagatnya semakin terpacu untuk menciptakan berbagai macam barang berbahan karet dan berniat untuk mengembangkannya.

Dari temuan Goodyear yang ingin mengembangkan temuannya disaingi oleh seseorang yang bernama Thomas Hancock asal Inggris yang juga menggunakan atau mencontoh metode penggabungan karet dengan belerang yang berhasil dikembangkan oleh Goodyear.

Walaupun begitu, usaha yang dilakukan oleh Thomas Hancock dikatakan sia-sia. Dan hasil kerja keras Goodyear juga membuahkan hasil sehingga ia dinobatkan sebagai perintis industri karet modern dunia.

Jenis ban

Ban memiliki berbagai macam jenis. Lalu, apa saja jenis ban tersebut? Berikut uraiannya.

A. Ban bias

Ban bias yang dimaksudkan disini adalah jenis ban yang dibuat dengan arah miring. Ban bias juga dikatakan mempunyai tapak yamng disebut sebagai Tread yang tahan terhadap benturan sehingga pengemudi merasa nyaman saat berkendara.

Berdasarkan penggunaannya, jenis ban bias memiliki kelebihan dan kekurangan seperti:

  • Kelebihan
  1. Kekuatan sidewall atau lapisan karet yang menutupi bagian samping ban tidak diragukan.
  2. Ban jenis ini diciptakan dengan arena yang lebih kasar.
  3. Bundelan kawat atau beat lebih kokoh.
  4. Dapat digunakan kembali apabila sudah usang.
  • Kekurangan
  1. Diciptakan dengan jarak tempuh yang dekat.
  2. Kerasnya struktur dan tidak elastis.
  3. Tidak terlalu bisa diandalkan yang tidak tahan terhadap tekanan.

B. Ban radial

Hampir sama dengan ban bias dimana ban radial juga dalam lapisannya memiliki lapisan serat dengan bentuk menyilang. Namun, jenis ban yang satu ini pada lapisan seratnya ditambah dengan lapisan sabuk yang sesuai dengan arah ban. Sabuk pada ban radial dikatakan berbahan baja dengan bentuk serat.

Dari penjelasannya tersebut, ban radial memiliki kelebihan dan kekurangan seperti yang akan dijelaskan dibawah ini.

  • Kelebihan
  1. Pada bagian samping ban dikatakan lebih fleksibel.
  2. Dikatakan bisa menghemat bahan bakar.
  3. Lebih tahan terhadap kondisi permukaan jalan yang tidak teratur.
  4. Dapat menambah tenaga pada kendaraan.
  5. Walaupun pada saat kecepatan tinggi, tidak banyak menghasilkan panas.
  6. Gaya gesek maksimum yang lebih baik.
  7. memiliki kemampuan bisa menahan getaran.
  8. Dikatakan tahan lebih lama.
  9. Ban yang bersentuhan langsung dengan jalan dikatakan lebih kuat.
  10. Meningkatkan kemampuan kendaraan.
  11. Hentakannya lebih baik dibandingkan dengan ban biasa.
  12. Memaksimalkan kekuatan mesin.
  13. Perawatannya lebih murah.
  • Kekurangan
  1. Dikatakan dapat menimbulkan suara yang berisik.
  2. Memiliki sabuk baja yang tidak bersahabat pada keadaan jalan yang tak teratur.
  3. Tidak sekokoh ban biasa.

C. Ban tubeless

Ban yang satu ini dirancang khusus dengan adanya lapisan serat serta lapisan dalam dengan fungsi sebagai penghambat udara keluar pada saat kempes karena tusukan benda tajam sehingga keamanannya terbilang cukup baik.

Pada saat ban tersebut tertusuk dengan benda tajam, ban secara otomatis akan memegang erat benda tajam tersebut sehingga udara dalam ban tidak keluar. Dari sistem yang dimilikinya, jenis ban ini memiliki kelebihan dan kekurangan seperti:

  • Kelebihan
  1. Pada saat terkena banda tajam, tidak langsung kempes. Saat tertusuk paku atau benda tajam lainnya, ban ini tidak akan langsung kempes seperti ban yang biasa. Walaupun sudah tertusuk benda tajam, angin dalam ban tidak akan langsung keluar dan dapat bertahan beberapa lama.
  2. Waktu penambalan lebih singkat. Mengapa disebutkan sebagai ban tubeles? Karena tidak adanya ban dalam. Apabila kendaran mengalami kebocoran dan yang harus dilakukan adalah segera melakukan penambalan. Ini berlaku pada segala jenis ban, tetapi bedanya dengan ban tubeles adalah tidak memakan waktu tambal yang lama dan dapat dilakukan secara singkat.
  3. Dapat menambal dengan sendirinya. Pada bagian dalam ban tubeles dikatakan memiliki cairan untuk anti bocor. Dari adanya cairan anti bocor tersebut, tidak perlu takut dan khawatir apabila mengalami kebocoran. Tugas yang dapat dilakukan disini adalah mencabut benda yang menancap pada ban dan seketika itu juga cairan anti bocor tersebut secara otomatis akan menutup lubang pada ban.
  4. Kecilnya peluang mengalami kebocoran. Selain tertusuk paku atau benda tajam lainnya, yang dapat mengakibatkan kebocoran pada ban juga dapat terjadi karena adanya kotoran pada ban dalam dan ban luar. Kotoran tersebut bisa menimbulkan gesekan sehingga terjadinya kebocoran. Selain itu, rendahnya tekana angin juga dapat menimbulkan kebocoran.
  5. Tetap stabil walaupun berada pada kecepatan yang tinggi. Ban tubeles dikatakan memiliki permukaan yang lebih tebal dan keras sehingga dapat digunakan dengan kecepatan yang tinggi.
  6. Bisa digunakan pada saat musim hujan. Ban tubeles dikatakan memiliki kemampuan melintas pada jalan yang basah. Ini disebut sebagai motif ban. Apabila motif ban semakin banyak, maka ban tersebut akan semakin mampu digunakan pada jalan yang berair.
  7. Perawatannya lebih mudah. Jika dibandingkan dengan ban biasa, dikatakan ban tubeles lebih mudah dirawat. Pada ban tubeles, yang harus diperhatikan adalah kebersihan bagian ban dan pelek supaya tidak longgar.
  • Kekurangan
  1. Ban tubeles tidak bisa digunakan pada area yang kasar atau tidak beraturan. Walaupun memiliki struktur ban yang padat dan tebal, tetapi ban jenis ini tidak cocok digunakan pada situasi jalan yang mencekam. Jika dipaksakan menggunakannya, ini akan mudah tergelincir karena penggunaan ban tubeles yang tepat adalah pada kondisi jalan yang rata.
  2. Hanya dapat dipergunakan pada pelek racing. Ban tubeles hanya dapat dipasangkan pada pelek racing.
  3. Beban ban lebih berat. Ban dikatakan sebagai penopang beratnya kendaraan. Ban tubeles dikatakan ban yang lebih berat dibandingkan dengan berat ban biasa.
  4. Umur yang lebih pendek. Jika dibandingkan dengan ban biasa, ban tubeles dikatakan ban yang terbuat dari bahan lunak sehingga penggunaanya tidak lebih panjang. Walaupun struktur bannya lebih padat dan tebal, tetapi ini lebih cepat mengalami kerusakan.
  5. Harganya lebih mahal. Harga pada ban biasa terbilang cukup murah dibandingkan dengan ban tubeles.

Fungsi ban

Ban memiliki fungsi yang perlu untuk kita ketahui dan fungsi ban yang dimaksudkan disini adalah sebagai berikut.

  • Sebagai penahan beban

Fungsi ban yang pertama disini adalah untuk menahan beban kendaraan baik itu dari mesin, muatan dan lain sebagainya. Walaupun ban berperan sebagai penahan beban, yang paling utama disini adalah tekanan angin. Oleh sebab itu, perlu penyesuaian angin pada ban.

  • Sebagai predam

Setiap kendaraan yang bergerak dikatakan selalu dapat getaran. Sebelum getaran tersebut diredam oleh suspensi, getaran akan lebih dulu oleh ban. Layaknya untuk anda ketahui, jenis ban yang dapat menahan atau meredam guncangan adalah jenis ban radial.

  • Penerus tenaga dari mesin

Fungsi utama dari sebuah ban adalah gaya gerak dengan meneruskan tenaga dari mesin pada permukaan jalan.

  • Menentukan kontrol kemudi

Selanjutnya, fungsi dari sebuah ban yang dimaksudkan disini adalah untuk mengendalikan berjalannya arah kendaraan. Hal ini hampir sama dari kemampuan kendaraan dalam berkendara.

Struktur Ban

Dari jenis ban yang telah dijelaskan diatas, ban memiliki beberapa struktur seperti yang tertulis pada berikut ini.

  • Telapak ban (tread)

Yang dimaksudkan dengan telapak ban disini adalah bagian ban yang paling tebal terletak paling luar yang bersentuhan langsung pada permukaan jalan. Telapak ban dikatakan dibuat dari karet yang tahan terhadap kejutan atau tekanan. Ini memiliki fungsi sebagai pelindung ban terhadap benturan serta tusukan benda tajam yang dapat merusak ban. Untuk mencegah selip, ada berbagai macam bentuk pembuatan ban pada bagian luar permukaan ban.

  • Carcass

Ini adalah rangka ban bagian luar. Dikatakan ini memiliki kemampuan yang tahan dari tekanan dari adanya beban yang berlebih. Dikatakan lagi, carcass terbuat dari lapisan sutera dan nilon serta balutan karet yang tahan terhadap panas.

  • Breaker

Ini merupakan karet dengan tekstur lembut yang ada pada bagian dalam tread. Ini juga merupakan lapisan benang yang letaknya antara tread dan casing. Fungsi dari breaker adalah meredam benturan dengan tujuan agar tak diserap oleh casing.

  • Bead

Ini merupakan bagian yang terpasang pada rim pelek. Beat dikatakan dipasangkan pada bundelan kawat yang sangat kuat dan dilapisi dengan karet.

  • Sidewall

Yang dimaksudkan dengan sidewall disini adalah bagian samping ban yang ditutupi oleh lapisan karet serta melindungi carcass dari adanya kerusakan yang berasal dari luar. Selama ban digunakan, sidewall akan memikul bebannya.

  • Ban dalam (tube)

Ban bagian dalam ini dikatakan terbuat dari karet yang mampu menyimpan udara tanpa adanya kebocoran, sangat elastis dan juga tahan terhadap panas.

  • Katup udara

Ini merupakan suatu lubang yang berguna sebagai pemasok udara kedalam ban dalam. Katub udara yang memiliki pentil sehingga udara tidak mungkin untuk keluar.

  • Casing

Struktur ban yang terakhir adalah Casing yang dianggap sebagai pembantuk ban. Ini juga bisa disebut sebagai rangka ban yang dapat menampung udara dengan menyangga ban.

Membaca Kode Ban

Setiap ban kendaraan memiliki kode yang perlu dan penting untuk kita ketahui. Apa sajakah kode tersebut? Berikut ulasannya. Layaknya untuk diketahui, dalam membaca kode ban tergolong menjadi dua bagian yang berbeda seperti kode ban motor dan kode ban mobil.

A. Kode ban motor

Kode ban motor juga memiliki berbagai macam yang berbeda seperti kode ban imperial dan kode ban metric.

  • Contoh : Kode Ban Imperial (4.60-H-18 4PR)
  1. 4.60 dikatakan sebagai lebarnya ban.
  2. H. Yang dimaksudkan disini adalah batas kecepatan pemakaian.
  3. 18. Dianggap sebagai diameter velg atau rim.
  4. 4PR. Sebagai kekuatan ban dari serat kain ban. Selain itu, juga dapat diartikan lapisan kain berbahan nilon.
  • Contoh : Kode Ban Metric (120/70-17 67H)
  1. 120. Ini merupakan kode lebarnya suatu ban.
  2. 70. Ini adalah perbandingan tinggi ban dan lebar ban.
  3. 17. Sebagai kode pada diameter Velg atau rim.
  4. 67. Sebagai kode dari beban maksimum.

B. Kode ban mobil

Selain kode motor, ban mobil juga memiliki kode yang berbeda seperti yang tercantum pada ban mobil 1709, ini artinya adalah ban yang diproduksi pada minggu ke-17 tahun 2009. Selain itu, ban juga memiliki kadaluwarsa dimana ban dikatakan hanya memiliki waktu penggunaan sekitar 3 tahun dari tahun produksinya.

  • Contoh kode ban mobil (205 / 65R15 95H)
  1. 205. Angka tersebut dikatakan sebagai lebar pada ban.
  2. 65. Perbandimngan tinggi dengan lebar ban.
  3. R. Sebagai penunjuk lapisan radial ban.
  4. 15. Diartikan sebagai diameter pelek roda.
  5. 95H. Ini merupakan beban maksimum serta kecepatan ban yang aman dimana angka 95 adalah berat maksimum ban dan H adalah kecepatan maksimum.

Dengan adanya penjelasan diatas, semoga dapat menambah wawasan anda mengenai ban kendaraan. Demikian artikel ini kami buat untuk anda. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Share.

About Author