Dikatakan Bahan Bakar Menengah Keatas Inilah Perbedaan “Pertamax Dan Pertamax Plus”

0

Premium adalah bahan bakar minyak jenis distilat berwarna kekuningan yang jernih. Premium merupakan BBM untuk kendaraan bermotor yang paling populer di Indonesia. Premium di Indonesia dipasarkan oleh Pertamina dengan harga yang relatif murah karena memperoleh subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Premium merupakan BBM dengan oktan atau Research Octane Number (RON).

Namun selain Premium, Pertamax juga merupakan produk BBM dari pengolahan minyak bumi. Pertamax dihasilkan dengan penambahan zat aditif dalam proses pengolahannya di kilang minyak. Pertamax pertama kali diluncurkan pada tahun 1999 sebagai pengganti Premix 98 karena unsur MTBE yang berbahaya bagi lingkungan.

Pertamax direkomendasikan untuk kendaraan yang diproduksi setelah tahun 1990, terutama yang telah menggunakan teknologi setara dengan Electronic Fuel Injection (EFI) dan catalytic converters (pengubah katalitik). Harga jual pertamax lebih mahal daripada premium.

Pertamax sebagai bahan bakar non subsidi, Pertamina juga menjual Pertamax Plus yang kastanya tertinggi. Bahan bakar produk pertamina dengan kualitas yang melebihi premium dan pertalite adalah pertamax dan pertamax plus. Pertamax dan pertamax plus adalah bahan bahan bakar yang ditujukan untuk kalangan menengah keatas.

Bahan bakar ini tidak di subsidi oleh pemerintah sehingga harga pertamax dan pertamax plus ini mengikuti harga dunia. Nah, meskipun harga Pertamax lebih mahal, tapi bagi para konsumen yang lebih mengutamakan performa dan ketahanan mesin maka akan lebih memilih bahan bakar minyak jenis ini daripada bahan bakar minyak jenis lainnya dengan harga yang lebih murah.

Dari segi kualitas pertamax plus lebih baik dibandingkan pertamax selain itu terdapat perbedaan-perbedaan lainnya yang harus kamu pertimbangkan sebelum menggunakan salah satu dari dua bahan bakar ini. Dan adapun beberapa perbedaan antara pertamax dan pertamax plus sebagai berikut.

Perbedaan Pertamax Dan Pertamax Plus

Secara teknis, pilihan akan menggunakan bahan bakar jenis apa tergantung dari pada rasio kompresi yang dimiliki pada motor. Rasio kompresi ini merupakan rasio atau perbandingan kompresi atau tekanan yang akan terjadi ketika piston naik dan piston turun (TMA dan TMB).

Rasio kompresi ini tidak perlu di hitung sendiri, karena pabrikan–pabrikan motor pasti sudah pasti merilis rasio kompresi dari motor–motor yang dijual di dalam brosur. Dan biasanya pula, pabrikan akan memberikan rekomendasi jenis bahan bakar yang wajib diisikan ke dalam tanki bahan bakar.

Namun ketika hendak memilih jenis apa yang paling baik bagi kendaraan anda, pastinya anda harus tahu dulu dong perbedaan antara Bahan bakar yang satu dan bahan bakar yang lain, nah terdapat beberapa perbedaan yang wajib anda ketahui mengenai bahan bakar kendaraan anda. Untuk kita mari kita simak bersama ulasan berikut ini.

Pertamax

Pertamax merupakan bahan bakar ramah lingkungan (unleaded) beroktan tinggi hasil penyempurnaan produk pertamina sebelumnya. Formula barunya yang terbuat dari bahan baku berkualitas tinggi memastikan mesin berkendaraan bermotor berkerja dengan baik dan lebih bertenaga “knock free”, rendah emisi dan memungkinkan menghemat pemakaian bahan bakar.

Pertamax bertujuan untuk kendaraan yang mempersyaratkan penggunaan bahan baku beroktan tinggi dan tanpa timbal (unleaded). Pertamax juga direkomendasikan untuk kendaraan yang diproduksi diatas tahin 1990 terutama yang telah menggunakan teknologi setara dengan electronic fuel injection dan catalytic converters.

Bagi kendaraan yang diproduksi dibawah tahun 1990 tapi mengingikan peningkatan kinerja mesin kendaraannya juga dapat mempergunakan produk ini. Salah satu keunggulan dari bahan bakar jenis Pertamax ini adalah lebih sempurna dalam proses pembakaran yang terjadi pada mesin motor.

Dengan sifatnya yang lebih sulit terbakar dibandingkan premium, Pertamax mampu membuat proses pembakaran yang terjadi di dalam ruang bakar menjadi lebih efisien. Dengan efisiensi ini, maka proses pembakaran yang terjadi pun akan menjadi lebih baik. Dan adapun keunggulan dari pertamax yang bisa anda lihat dibawah ini:

  • Kandungan Oktan 92.
  • Pertamax dapat dipakai untuk mesin dengan kompresi tinggi, dan dapat bekerja secara optimal pada gerakan piston mesin. Mesin yang menggunakan Pertamax memiliki tenaga yang lebih maksimal, pembakaran lebih sempurna dibanding Premium dan Pertalite.
  • Harga sesuai dengan harga internasional (tidak disubsidi oleh pemerintah).
  • Hasil pembakaran Pertamax memiliki dampak pencemaran / polusi udara yang jauh lebih kecil. Karena menghasilkan NOx dan Cox dengan jumlah yang jauh lebih sedikit dibanding Premium dan Pertalite.
  • Mengandung Ethanol untuk meningkatkan nilai Oktan.
  • Berwarna Biru kehijauan.

Pertamax Plus

Adalah bahan bakar minyak produksi Pertamina. Pertamax Plus dihasilkan dengan penambahan zat aditif dalam proses pengolahannnya di kilang minyak. Mempunyai Oktan atau Research Octane Number (RON) 95.

Jenis BBM ini telah memenuhi standar performance International World Wide Fuel Charter (WWFC). Ditujukan untuk kendaraan yang berteknologi mutakhir yang mempersyaratkan penggunaan bahan bakar beroktan tinggi dan ramah.

Dengan kualitas yang ditawarkan, tentu saja harga Pertamax Plus jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan bahan bakar minyak jenis lainnya. RON (Research Octane Number) atau bilangan Oktan pada BBM merupakan suatu nilai yang menunjukkan kekuatan tekanan atau Kompresi BBM tersebut terhadap mesin yang menggunakannya.

Semakin tinggi nilai kadar Oktan suatu Bahan bakar akan memiliki dampak yang baik terhadap kinerja mesin tersebut. Dengan menggunakan BBM yang memiliki nilai Oktan tinggi akan meminimalisir kotoran dari sisa pembakaran mesin.

Bahkan Kemampuan Pertamax plus ditambah dengan komposisi bahan bakunya yang sudah tidak menggunakan campuran timbal dan metal lainnya yang sering digunakan pada bahan bakar lain yang membuat emisi yang dihasilkan sangat bersahabat dengan lingkungan sekitar. Pertamax plus menekan biaya perawatan dan menghemat konsumsi bahan bakar.

Berikut beberapa Keunggulan dari pertamax plus yang bisa anda lihat dibawah ini:

  • Kandungan Oktan 95
  • Pertamax Plus memiliki hasil pembakaran paling sempurna. Dapat dipakai untuk mesin dengan kompresi tinggi, dan dapat bekerja secara optimal pada gerakan piston mesin. Mesin yang menggunakan Pertamax Plus memiliki tenaga yang lebih maksimal.
  • Pertamax Plus dapat membersihkan timbunan deposit pada Fuel injector, inlet valve dan ruang bakar.
  • Timbunan deposit dapat menurunkan performa mesin.
  • Pertamax plus dapat melarutkan kandungan air di dalam tangki.
  • Harga sesuai dengan harga Internasional (tidak disubsidi oleh pemerintah).
  • Hasil pembakaran Pertamax Plus memiliki dampak pencemaran/polusi udara yang jauh lebih kecil. Karena menghasilkan NOx dan Cox dengan jumlah yang jauh lebih sedikit dibanding Premium dan Pertalite dan Pertamax.
  • Mengandung Toluene untuk meningkatkan nilai Oktan.
  • Berwarna Merah.

Terdapat banyak perbedaan antara keduanya, tak hanya nilai oktan saja bahkan dari segi warna keduanya juga berbeda. Cairan bahan bakar memilki warna cairannya masing-masing hal ini disebabkan karena perbedaan bahan baku. Pertamax mengandung ethanol sebagai peningkat bilangan oktannya sedangkan pertamax plus mengandung toluene.

Lalu bagaimana dengan polusi yang ditimulkan dari bahan bakar tersebut? Apakah berbeda juga?

Dari segi polusi yang dihasilkan, pertamax dan pertamax plus sama-sama menghasilkan polusi Cox dan Nox yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Namun, polusi yang dihasilkan oleh pertamax plus lebih sedikit dibandingkan pertamax.

Nah, sudah pahamkan dengan penjelasan mengenai perbedaan antara keduanya? Meskipun beberapa orang lebih memilih bahan bakar minyak dengan harga yang lebih murah.

Namun jika memperhitungkan kualitas masing-masing bahan bakar yang telah disediakan oleh Pertamina guna memaksimalkan agar performa kendaraan tetap optimal, alangkah baiknya jika Anda mengenal dan mengetahui karakteristik dari masing-masing bahan bakar minyak tersebut.

Share.

About Author