Satu-satunya Di Dunia “The Musalman” Surat Kabar Harian Yang Ditulis Tangan

0

Surat kabar merupakan salah satu ragam dari ruang lingkup jurnalisme cetak. Surat kabar adalah lembaran tercetak yang memuat laporan yang terjadi di masyarakat dengan ciri-ciri terbit secara periodik, bersifat umum, isinya termasa dan aktual mengenai apa saja dan dimana saja di seluruh dunia untuk diketahui pembaca.

Surat kabar dikembangkan untuk bidang-bidang tertentu, misalnya berita untuk industri tertentu, penggemar olahraga tertentu, penggemar seni atau partisipan kegiatan tertentu. Jenis surat kabar umum biasanya diterbitkan setiap hari, kecuali pada hari-hari libur.

Surat kabar sore juga umum di beberapa negara. Selain itu, juga terdapat surat kabar mingguan yang biasanya lebih kecil dan kurang prestisius dibandingkan dengan surat kabar harian dan isinya biasanya lebih bersifat hiburan. Para wartawan akan memburu berita atas perintah redaktur atau pimpinan redaksi. Dengan semakin majunya teknologi koran pun terus berubah.

Di era teknologi digital seperti ini, informasi menyebar ke seluruh dunia dengan kecepatan cahaya. Tidak heran beberapa pembaca media cetak seperti surat kabar, majalah, sampai buku mulai beralih secara online. Perkembangan teknologi tentu membawa perubahan begitu pesat di banyak lini kehidupan.

Meski begitu, nyatanya masih ada surat kabar yang menggunakan tulisan tangan di era serba canggih seperti sekarang ini. Namun tahukah Anda bahwa ada sebuah surat kabar harian popular ditulis seluruhnya dengan tangan?

Surat kabar harian ini satu-satunya di Dunia ditulis tangan dan masih popular sampai sekarang, mungkin anda penasaran dengan surat kabar yang satu ini. Untuk itu kita simak secara bersama ulasannya dibawah ini.

The Musalman, Surat Kabar Harian Yang Ditulis Tangan

Ketika banyak surat kabar gulung tikar diterjang media online, surat kabar The Musalman bertahan dengan caranya sendiri. Koran sore yang terbit di Chennai, Tamil Nadu, India, itu ditulis dengan tangan. The Musalman adalah surat kabar harian tertua berbahasa Urdu.

Walau pun menggunakan tulisan tangan, tetap saja Koran ini diproduksi masal dengan mesin cetak. The Musalman mungkin merupakan satu-satunya surat kabar tulisan tangan di dunia.

Berkantor pusat di Chennai, The Musalman dioperasikan oleh Syed Arifullah yang hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Koran ini didirikan pada 1927 oleh Syed Azathulla, kakek Arifullah. Selama berdiri, The Musalman telah melahirkan tiga editor. Mereka adalah Azathulla, kemudian putranya Syed Fazlullah dan sekarang, Arifullah.

Di masa lalu, semua surat kabar Urdu mengikuti tradisi yang ditulis tangan, hingga tahun 1980-an. Namun, ketika surat kabar lainnya mengadaptasi proses pencetakan untuk mengikuti perubahan teknologi digital, The Musalman terus mempertahankan metode tradisional tetap hidup.

Dibutuhkan waktu tiga jam bagi tiga katib (reporter dan kaligrafer) untuk menulis berita di setiap halaman, sebelum diproses hingga menjadi koran yang siap dikirim ke pelanggan. Setelah semuanya selesai dan diperiksa, kertas tulisan tangan langsung dicetak sekitar jam 1 siang. Koran baru sampai kepada 21.000 pembacanya pada malam hari.

Jika ada breaking news, seluruh halaman itu harus ditulis ulang. Namun, kini mereka sudah menyediakan sebuah kolom kecil di halaman muka untuk berjaga-jaga apabila ada berita baru. Lain lagi yang terjadi apabila ada kesalahan tulis. Satu halaman tersebut harus diganti dan ditulis ulang.

Dengan ditulis tangan, surat kabar ini sekaligus melestarikan tradisi kaligrafi rakyat India. Bagi Pemimpin Redaksi The Musalman Syed Arifullah, mempertahankan tradisi adalah urusan hidup atau mati.

“Kami mempertahankan tradisi ini selama 84 tahun dan setelah tahun ketiga tahun pertama memimpin koran ini, saya memutuskan untuk mendedikasikan hidup saya untuk Musalman,” kata Arifullah yang memimpin surat kabar itu sejak ayahnya meninggal.

The Musalman adalah tentang kaligrafi dan setiap orang tertarik pada kaligrafi. Jika Anda menyalakan komputer, ada perbedaan antara kami dan koran lain. Kaligrafi adalah jantung Musalman. Jika Anda mengeluarkan jantung itu, tidak ada lagi yang tersisa,” ujar Arifullah.

Diketahui, kaligrafi memiliki tempat khusus di kalangan umat Islam di India karena berakar dalam agama. Sehingga para penulis atau ahli kitab tradisional ini sangat terampil dalam seni menulis, dan pencapaian keterampilan kaligrafi artistik tersebut bahkan saat ini sangat dihargai.

Selain pelanggan, orang dapat menemukan The Musalman di kios-kios berita dengan harga kurang dari satu rupee. Ada juga banyak orang terkenal, seperti pemimpin agama, bangsawan, penulis, dan penyair, yang berkontribusi pada surat kabar ini. Sistem kerjanya juga tidak berbeda jauh dengan surat kabar pada umumnya. Ada halaman khusus berita hari kemarin.

Di masa lalu, semua surat kabar Urdu mengikuti tradisi yang ditulis tangan, hingga tahun 1980-an. Namun, ketika surat kabar lainnya mengadaptasi proses pencetakan untuk mengikuti perubahan teknologi digital, The Musalman terus mempertahankan metode tradisional tetap hidup. Wah, hebat bangetkan? Pastinya sangat sulit nih guys mempertahankan surat kabar dengan cara ditulis tangan.

Lalu bagaimana situasi kantor tersebut? Bukankah sangat sulit membangun surat kabar yang sederhana ditengah jaman modern seperti saat ini?

Pastinya banyak kesulitan bahkan Kantor The Musalman sangat sederhana, bahkan cukup tidak nyaman untuk bekerja. Kantor itu suram karena penerangan yang buruk. Suasananya juga bising karena mesin cetak berada di kantor yang sama. Belum lagi gaji mereka yang sangat kecil.

Koran itu hampir tidak menghasilkan laba karena biaya produksi yang cukup tinggi. Namun, bagi para kaligrafer Musalman, bekerja di situ merupakan dedikasi. Media yang kini telah berusia 91 tahun ini terus berusaha agar bisa bertahan di abad kecanggihan teknologi.

Ya, setiap hari sebuah surat kabar harian popular ditulis oleh tangan di kota Chennai, di India. Menurut pendapat warga setempat, seharusnya teknologi dan tradisi hidup dalam harmoni, di mana inovasi tidak harus melenyapkan tradisi.

Sejarah Surat Kabar

Ide surat kabar sendiri sudah setua zaman Romawi kuno dimana setiap harinya, kejadian sehari-hari diterbitkan dalam bentuk gulungan yang disebut dengan “Acra Diurna”, yang terjemahan bebasnya adalah “Kegiatan hari”. Kemudian setelah Gutenberg menemukan mesin cetak di abad ke-15, maka buku-buku pun mulai diterbitkan di Perancis dan Inggris, begitu pula halnya dengan surat kabar.

Surat kabar pertama kali dibuat di Amerika Serikat, dengan nama “Public Occurrenses Both Foreign and Domestick” di tahun 1690. Surat kabar tersebut diusahakan oleh Benjamin Harris, seorang berkebangsaan Inggris. Akan tetapi baru saja terbit sekali, sudah dibredel. Bukan karena beritanya menentang pemerintah, tetapi cuma gara-gara dia tidak mempunyai izin terbit.

Pihak kerajaan Inggris membuat peraturan bahwa usaha penerbitan harus mempunyai izin terbit, di mana hal ini didukung oleh pemerintah kolonial dan para pejabat agama. Mereka takut mesin-mesin cetak tersebut akan menyebarkan berita-berita yang dapat menggeser kekuasaan mereka kecuali bila usaha itu dikontrol ketat.

Kemudian surat kabar mulai bermunculan setelah negara Amerika Serikat berdiri. Saat itu, surat kabar itupun tidak sama seperti surat kabar yang kita miliki sekarang. Saat itu surat kabar dikelola dalam abad kegelapan dalam jurnalisme. Sebab surat kabar telah jatuh ke tangan partai politik yang saling bertentangan.

Tidak ada usaha sedikitpun untuk membuat berita secara objektif, kecuali untuk menjatuhkan terhadap satu sama lainnya. Washington dan Jefferson dituduh sebagai penjahat terbesar oleh koran-koran dari lawan partainya.

Kemudian kecerahan tampaknya mulai menjelang dunia persurat kabaran. James Gordon Bennet, seorang berkebangsaanSkotlandia melakukan revolusinisasi terhadap bisnis surat kabar pada1835. Setelah bekerja di beberapa surat kabar dari Boston sampai Savannah akhirnya dia pun mendirikan surat kabar sendiri.

Namanya ”New York Herald” dengan modal pinjaman sebesar 500 dollar. Percetakannya dikerjakan di ruang bawah tanah di Wall Street dengan mesin cetak yang sudah tuam dan semua pekerjaan reportase dilakukannya sendiri. ”The Herald” dan Bennet memperlihatkan kepada Amerika dan dunia tentang bagaimana cara mendapatkan berita.

Tidak lama kemudian Bennet pun berhasil meraih kesuksesan dan membangun kantor beritanya sama seperti kantor-kantor perusahaan surat kabar yang banyak kita jumpai sekarang. Dia juga sudah menempatkan koresponden-korespondennya di luar negeri di mana beritanya dikirim dengan usaha paket milik Bennet sendiri, dari pelabuhan New York ke kantornya di kota.

Dia juga yang pertama-tama mendirikan biro di Washington dan memanfaatkan jasa telegraf yang baru saja ditemukan. Sejak itulah berita sudah mulai dipilah-pilahkan menurut tingkat kepentingannya, tapi tidak berdasarkan kepentingan politik.

Bennet menempatkan politik di halaman editorial. Isi korannya yang meliputi soal bisnis, pengadilan, dan kehidupan sosial masyarakat New York memang tidak bisa dijamin keobyektifatnya, tetapi setidaknya sudah jauh berubah lebih baik dibandingkan koran-koran sebelumnya.

Surat kabar adalah media komunikasi massa yang berbentuk cetak. Arti penting surat kabar terletak pada kemampuannya untuk menyajikan berita-berita dan gagasan-gagasan tentang perkembangan masyarakat pada umumnya, yang bermanfaat bagi kehidupan orang banyak.

Share.

About Author