Biometrik, Pengertian Dan Karakteristik Serta Contoh Teknologinya

0

Jika kita berbicara mengenai teknologi, tentunya tidak akan ada habisnya. Begitu juga dengan perkembangan teknologi yang akan saya bahas kali ini. Yap! Teknologi yang akan saya bahas kali ini adalah teknologi biometrik. Saat mendengar namanya pertama kali pastinya kamu akan bertanya-tanya apa itu biometrik. Namun, teknologi ini sudah banyak kita temui di zaman sekarang bahkan kita gunakan sehari-hari. Dari pada bingung mengenai teknologi biometrik ini, mending langsung saja lihat penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Biometrik?

Biometrik adalah istilah teknis untuk pengukuran dan perhitungan tubuh. Ini mengacu pada metrik yang terkait dengan karakteristik manusia. Otentikasi biometrik (atau otentikasi realistis) digunakan dalam ilmu komputer sebagai bentuk identifikasi dan kontrol akses. Hal ini juga digunakan untuk mengidentifikasi individu dalam kelompok yang berada di bawah pengawasan.

Dalam dunia teknologi informasi, biometrik relevan dengan teknologi yang digunakan untuk menganalisa fisik dan kelakuan manusia untuk autentifikasi. Contohnya dalam pengenalan fisik manusia yaitu dengan pengenalan sidik jari, retina, iris, pola dari wajah (facial patterns), tanda tangan (signature) dan cara mengetik (keystroke).

Autentikasi Biometrik

Biometrik merupakan teknik autentikasi yang mengambil karakteristik fisik seseorang. Ada beberapa teknik yang sering digunakan dalam autentikasi biometrik. Beberapa di antaranya adalah:

Pengenalan sidik jari dapat dikembangkan lebih lanjut untuk pengenalan telapak tangan. Seperti yang sering kita lihat dalam film-film detektif/action luar negeri.

  • Pengenalan Suara (Voice Scan) merupakan teknik lain yang merupakan bagian dari voice recognition. Tentunya teknik ini harus di perhalus untuk keperluan authentikasi, untuk keperluan non-authentikasi sudah di kenal dalam dunia telekomunikasi untuk automatisasi layanan pelanggan berdasarkan perintah suara.
  • Pengenalan muka (facial scan) merupakan teknik authentikasi lainnya yang akan mengenal muka seseorang dari hasil pengindraan kamera digital.
  • Signature Verification (verifikasi tanda tangan) dapat juga dilakukan secara otomatis menggunakan teknik pengenalan citra digital.
  • Iris Scan & Retina Scan melakukan verifikasi dari retina mata – menurut sebagian peneliti tampaknya scan retina ini merupakan teknik yang termasuk paling ampuh untuk melakukan authentikasi di bandingkan sidik jari.
  • Keystroke Dynamik merupakan teknik authentikasi yang paling unik karena teknik ini melihat cara kita mentik password di atas keyboard. Kebetulan saya sempat melihat sendiri dari dekat di COMDEX 2000 Las Vegas, jadi sistem akan belajar terlebih dulu dari sekitar 20-30 keystroke password yang kita masukan, jadi walaupun password kita di curi orang, si pencuri tidak akan bisa membobol sistem kita karena cara masing-masing orang dalam men-tik di papan keytboard akan selalu berbeda satu dengan lainnya. Perbedaan ini yang di deteksi oleh keystroke dynamic.

Faktor Penggunaan Biometrik

Ada dua faktor yang mempengaruhi penggunaan Biometrik, yaitu :

  • Verifikasi berdasarkan benda

Semua data-data yang dibutuhkan berada pada suatu benda (seperti dokumen atau kartu kredit). Apabila hilang maka orang lain dapat memalsukannya.

  • Verifikasi berdasarkan pengetahuan

Biasanya menggunakan password. Bahkan jika kita menggunakan algoritma enkripsi terbaikpun, tetap terdapat kunci yang bisa membukanya.

Faktor Perbandingan Penggunaan Biometrik :

  • Keumuman. Tingkat keumuman biometrik bisa ditemui di setiap individu
  • Keunikan. Tingkat keunikan biometrik pada setiap individu
  • Ketahanan. Tingkat ketahanan terhadap penuaan
  • Pengumpulan. Tingkat kemudahan pengumpulan data untuk biometrik
  • Performa. Tingkat akurasi dan kecepatan alat pengumpul data
  • Penerimaan. Tingkat penerimaan publik dalam penggunaan sehari-hari
  • Keamanan. Tingkat keamanan sistem terhadap pemalsuan

Fungsi Biometrik

Secara umumnya fungsi-fungsi di dalam sistem biometrik adalah:

  • Pendaftaran (Enrollment). Dalam fungsi pendaftaran (Enrollment), sistem akan menjana dan menyimpan templat pendaftaran biometrik individu.
  • Pengesahan (Verification). Pengesahan (Verification) adalah fungsi di mana sistem mengesahkan identiti seseorang (Am I who I claim I am?). Pengesahan menggunakan kaidah pemadanan atau proses satu ke satu. Proses pengesahan dan pemadanan boleh dibuat dengan membandingkan sampel biometrik semasa yang diperoleh daripada individu dengan templat biometrik individu tersebut yang disimpan dalam sistem sama ada menggunakan media mudah alih ataupun pangkalan data. Media mudah alih seperti kad pintar mengandungi hanya satu templat biometrik bagi individu untuk tujuan pengesahan. Sampel biometrik individu akan dibandingkan terus dengan templat biometrik yang terkandung dalam media mudah alih. Contoh kaidah pengesahan menggunakan media mudah alih ialah penggunaan biometrik cap jari untuk tujuan akses di lapangan terbang. Templat cap jari yang disimpan di dalam pasport akan dibandingkan dengan sampel cap jari pengguna yang diimbas di auto gate. Bagi pengesahan dan pemadanan dengan templat biometrik dalam pangkalan data,data pengenalan awal seperti nombor atau id pengguna dimasukkan terlebih dahulu sebelum pemadanan dibuat memandangkan pangkalan data mempunyai banyak templat biometrik.
  • Identifikasi (Identification). Identifikasi (Identification) adalah fungsi di mana sistem perlu mengenal pasti identiti seseorang (Who I am?) daripada senarai pengguna yang sedia ada. Identifikasi memerlukan pemadanan satu ke banyak. Proses pengesahan dan pemadanan dilaksanakan dengan membandingkan ciri-ciri sampel biometrik semasa individu dengan kesemua templat yang ada di dalam sistem untuk mengenal pasti identity individu.Sebagai contoh, kaidah identifikasi digunakan bagi mengesan penjenayah, di mana ciri-ciri sampel biometrik yang diperoleh di tempat kejadian akan dibandingkan dengan data biometrik dari senarai suspek di pangkalan data.

Karakteristik Teknologi Biometrik

Untuk dapat dijadikan teknologi biometrik, karakteristik data biometrik harus memenuhi syarat tertentu agar bisa digunakan sebagai teknologi biometrik yang layak. Karakteristik biometrik tersebut antara lain:

  • Bersifat universal

Setiap orang harus memiliki atribut yang menjadi data biometrik. Atribut ini haruslah atribut yang aman dari kehilangan akibat suatu kecelakaan atau penyakit.

  • Tidak berubah

Data biometrik harus konstan selama jangka waktu yang panjang. Atribut ini tidak boleh mengalami perubahan yang signifikan akibat faktor usia ataupun penyakit kronis tertentu.

  • Mudah diukur

Proses pengambilan datanya tidak boleh memakan banyak waktu dan sebaiknya proses pengambilan datanya juga harus dapat dilakukan secara pasif tanpa bantuan pihak kedua sebagai pengambil data.

  • Bersifat unik dan tunggal

Setiap ekspresi atribut harus unik untuk tiap individu. Karakteristiknya harus memiliki sifat unik yang cukup untuk membedakan seseorang dari yang lain. Tinggi badan, berat badan, warna rambut dan mata mungkin merupakan atribut yang unik dengan asumsi hasil pengukurannya sangat tepat dan akurat, namun jenis data ini tidak menawarkan poin diferensiasi yang cukup untuk dapat berguna lebih dari sekedar pengelompokan data.

  • Dapat diterima

Proses pengumpulan data (capture) harus merupakan proses yang dapat diterima oleh sebagian besar masyarakat. Misalnya adalah teknologi yang sifatnya invasif; yaitu di mana ia memerlukan bagian dari tubuh manusia untuk diambil atau bahkan akan merusak tubuh manusia jika penggunaannya terus dilakukan.

  • Dapat diringkas

Data yang diambil harus bisa diubah ke dalam bentuk file yang mudah disimpan/diatur.

  • Reliabel dan resisten terhadap manipulasi

Atribut pada teknologi biometrik haruslah yang tidak mudah untuk dimanipulasi. Ia juga harus memiliki reliabilitas dan reproduktifitas yang tinggi yang artinya setiap pengambilan data hasilnya akan sama walaupun telah diambil berkali-kali.

  • Privasi

Proses capture-nya tidak boleh melanggar hak privasi.

  • Komparabel

Selain harus dapat diringkas ke dalam bentuk data digital, data biometrik juga harus tetap dapat dibandingkan dengan data orang lain walaupun datanya telah diringkas. Semakin rendah kemungkinan terjadinya kesamaan antar data, maka semakin otoritatif pula metode identifikasi tersebut.

Contoh Teknologi Biometrik

Ada beberapa contoh teknologi yang sudah umum digunakan dalam berbagai aplikasi. Di antaranya adalah pemindaian retina, iris, sidik jari, wajah, dan suara. Teknologi ini sudah banyak digunakan dalam sistem keamanan di penjara, sistem absensi di instansi pemerintah dan sekolah, e-KTP, hingga perangkat smartphone yang canggih. Berikut contoh teknologi biometrik.

Pemindai Retina dan Iris

Dianggap sebagai teknologi biometrik yang paing aman di antara teknologi biometrik lain biometrik. Teknologi biometrik yang menggunakan mata telah lama digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan keamanan tinggi, seperti penjara dan instansi pemerintah. Pemindaian mata ada dua bentuk: pemindaian iris dan pemindaian retina.

Teknologi biometrik pemindaian-mata yang pertama dikembangkan adalah pemindaian retina. Scanner retina akan memeriksa pola pembuluh darah di belakang mata dengan bantuan cahaya baik yang alami maupun sinar inframerah. Pemindaian retina telah diakui sebagai metode yang sangat akurat dan sulit untuk dimanipulasi karena pola retina stabil dari waktu ke waktu dan unik untuk tiap individu.

Pemindaian iris merupakan teknologi yang lebih baru daripada pemindaian retina. Iris kita terdiri dari bagian berwarna dari mata yang mengelilingi pupil. Pola Iris yang lebih kompleks dapat berisi informasi mentah melebihi kompleksitas pola yang ada pada sidik jari. Perkembangan iris selesai terbentuk pada 2 tahun pertama kehidupan, lalu penampilannya akan tetap stabil selama jangka waktu yang lama. Iris begitu unik untuk tiap pribadi, bahkan pada kembar identik sekalipun iris akan menunjukkan yang pola berbeda.

Ada dua perbedaan mendasar antara pemindaian retina dan iris, yaitu pada peralatan dan prosedurnya. Peralatan untuk pemindaian retina cenderung besar dan kompleks serta prosedurnya yang cenderung tidak nyaman. Pengguna harus fokus pada tempat tertentu selama beberapa detik dan mata mereka harus dekat dengan perangkat pemindai. Tidak seperti pemindaian retina, pemindaian iris hanya melibatkan kamera pemindai standar yang tidak khusus ataupun mahal. Pemindaian iris bahkan dapat dilakukan dengan jarak pengguna yang terletak pada jarak hingga satu meter dari kamera pemindai. Perbedaan lain di antara dua teknologi biometrik mata ini adalah bahwa pemindaian retina membutuhkan pengguna untuk melepas kacamata mereka, sedangkan pemindaian iris dapat bekerja tanpa melepas kacamata. Pemindai iris juga dapat mendeteksi iris artifisial dan lensa kontak.

Dalam hal akurasi, scan retina memiliki rekam jejak (track record) yang sudah terbukti; oleh karena itu, ia lebih banyak digunakan dalam instalasi keamanan tingkat tinggi. Karena sistem iris merupakan teknologi yang lebih baru, ia kurang memiliki track record. Meskipun tingkat kecocokan template cukup tinggi pada kedua teknologi ini, eksperimen menunjukkan bahwa pemindaian iris lebih unggul dalam menolak pengguna yang tidak sah. Namun sayangnya ia juga sering menolak pengguna yang sah, pengguna sah tersebut dianggap palsu namun sebenarnya tidak.

Dibandingkan dengan perangkat biometrik lainnya, peralatan untuk pemindaian termasuk mahal. Pemindaian retina sangatlah mahal karena peralatan yang dibutuhkan sama dengan peralatan medis khusus, seperti retinoskop; sedangkan pemindaian iris menggunakan kamera yang lebih standar dan sedikit lebih murah.

Pemindaian Sidik Jari

Pemindaian sidik jari menggunakan perangkat khusus yang menangkap informasi tentang sidik jari seseorang, di mana informasi ini akan digunakan untuk otentikasi orang di lain waktu. Masing-masing jari terdiri dari pola garis yang unik. Pemindai sidik jari tidak menangkap seluruh sidik jari; sebaliknya, mereka merekam detail kecil tentang sidik jari yang disebut minutiae. Misalnya, scanner akan memilih titik pada sidik jari lalu merekam seperti apa bentuk pola/lekukan pada titik tersebut, ke mana ia mengarah, dan sebagainya.

Dengan memilih beberapa titik tersebut, pemindai ini dapat menjadi sangat akurat. Meskipun identifikasi minutiae bukan satu-satunya faktor yang cocok untuk perbandingan sidik jari, ia merupakan fitur utama yang digunakan dalam sistem pemindaian sidik jari. Jumlah minutiae pada sidik jari dapat bervariasi, namun pemindai sidik jari berkualitas tinggi akan dapat berisi antara 60 hingga 80 minutiae.

Sebuah sistem biometrik dapat mengidentifikasi sidik jari dari pola aliran lekukannya; jumlah lekukan; jenis, arah, dan lokasi kunci dari titik yang ada; serta lokasi dari pori-pori pada jari. Mengingat simpel serta luasnya penggunaan teknologi ini, pemindaian sidik jari adalah teknologi biometrik yang paling banyak digunakan saat ini.

Satu poin penting yang harus diingat adalah bahwa ada banyak kerentanan proses otentikasi sidik jari yang menjadikannya tidak sepenuhnya aman. Kerentanan ini dapat terjadi pada saat proses pemindaian, proses pentransferan serta penyimpanan data hasil pemindaian sidik jari. Melalui cara yang relatif sederhana, orang yang tidak sah dapat memperoleh akses ke sistem pemindaian sidik jari. Alat pemindai mungkin tertipu dengan hanya meniup permukaan scanner karena bekas sidik jari masih tersimpan pada alat pemindai, atau bisa juga menggunakan jari buatan dari lilin (wax).

Kelemahan lain teknologi sidik jari adalah proses penyimpanan dan transmisi informasi sidik jari. Data kecil sidik jari harus disimpan sebagai template dalam database pada server; dengan demikian, ia menjadi rentan dikarenakan lemahnya keamanan jaringan komputer tersebut. Data sidik jari juga harus dikirimkan ke server, maka proses transmisi data tersebut juga dapat menjadi sasaran empuk para hacker. Selain itu, template sidik jari pada server harus dilindungi oleh firewall, enkripsi, dan langkah-langkah keamanan jaringan dasar lainnya untuk menjaga template tetap aman.

Ukuran organisasi merupakan komponen penting lain dalam menentukan efektivitas sistem sidik jari. Organisasi yang lebih besar membutuhkan lebih banyak waktu dan sumber daya untuk membandingkan data sidik jari. Meskipun ini bukan masalah bagi banyak organisasi, itu bisa menjadi masalah bagi organisasi pemerintah yang besar dan kompleks seperti FBI.

Variasi dalam pemindaian juga dapat menjadi masalah karena minutiae palsu dapat muncul sedangkan minutiae yang asli malah tidak terpindai, hal ini akan meningkatkan kesulitan dalam usaha membandingkan dua scan yang berbeda. Setiap hasil scan dari sidik jari yang sama dapat memiliki representasi yang sedikit berbeda. Variasi ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk posisi jari selama proses pemindaian serta tekanan jari yang ditempatkan pada alat pemindai.

Pemindaian Wajah

Salah satu keuntungan utama dari pemindaian wajah dibanding teknologi biometrik lainnya adalah karena ia non-invasif dan sangat praktis. Pemindaian wajah tidak memerlukan pengguna untuk memberikan sidik jari, berbicara ke ponsel (pemindaian suara), atau mengharuskan mata mereka untuk dipindai. Dibandingkan teknologi biometrik menggunakan yang menggunakan geometri tangan, seperti scanner sidik jari, kondisi cuaca (uap) dan kebersihan detail objek pindai tidak akan terlalu mempengaruhi hasil scan wajah sehingga membuat teknologi pemindaian wajah ini lebih mudah untuk diterapkan.

Namun, tidak seperti teknologi biometrik fisik lainnya, pemindaian wajah dapat dipengaruhi oleh waktu. Penampilan dan bentuk wajah seseorang dapat berubah akibat proses penuaan dan perubahan oleh operasi wajah. Kecelakaan, mencukur, ataupun luka bakar dapat juga memiliki efek yang signifikan pada hasil pemindaian wajah.

Sejauh ini, beberapa metode pengenalan wajah telah dirancang. Salah satu teknik terkemuka adalah dengan menganalisis struktur tulang di sekitar mata, hidung, dan pipi. Pendekatan ini, bagaimanapun, memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, tugas mengenali wajah berdasarkan gambar yang diambil dari sudut yang berbeda sangat sulit. Selain itu, dalam banyak kasus latar belakang dari subjek haruslah latar yang minimal dan sederhana sehingga tidak mempengaruhi hasil scan.

Teknologi pemindaian wajah juga ada yang menggunakan pola jaringan saraf di wajah dan pemindaian “hot spot” menggunakan teknologi inframerah. Cahaya inframerah menciptakan apa yang disebut sebagai “termogram wajah” untuk mengatasi beberapa keterbatasan yang ada pada teknologi pengenalan wajah. Hebatnya, operasi plastik sekalipun tidak akan mengubah aliran darah di bawah kulit dan jarang mempengaruhi termogram wajah. Sebuah termogram wajah juga dapat ditangkap di lingkungan yang kurang cahaya. Namun, penelitian belum dapat memastikan apakah termogram wajah memiliki kekurangan pada kondisi tertentu; misalnya, hasil pemindaian mungkin sangat bergantung pada emosi atau suhu tubuh individu pada saat scan dilakukan.

Satu kelemahan yang jelas pada teknologi pemindaian wajah adalah bahwa ia bisa saja melanggar privasi melalui sistem surveilans yang kuat. Gambaran wajah tentu lebih mudah dikenali oleh manusia biasa daripada sekedar sidik jari, iris, retina, ataupun suara. Masalah lain pada kebanyakan teknologi pemindaian wajah seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya adalah kebutuhan akan pencahayaan yang cukup serta latar belakang yang sederhana. Pencahayaan yang buruk atau latar belakang yang kompleks dapat membuat alat pemindai sulit untuk mendapatkan hasil scan yang akurat. Rambut wajah dan perubahan pada wajah juga dapat berpengaruh negatif terhadap keakuratan proses pemindaian.

Pemindaian Suara

Pemindaian suara berbeda dari kebanyakan model biometrik lainnya karena menggunakan ia informasi akustik bukan gambar. Setiap individu memiliki seperangkat karakteristik unik pada suara mereka yang sulit untuk ditiru. Suara manusia bervariasi berdasarkan fitur fisiologis seperti ukuran dan bentuk bibir individu, rongga hidung, pita suara, dan mulut. Pemindaian suara memiliki suatu keuntungan dibanding teknologi biometrik lainnya yaitu bahwa data suara dapat ditransmisikan melalui saluran telepon. Pemindaian suara telah menunjukkan tingkat keberhasilan setinggi 97%.

Teknologi biometrik suara menggunakan tiga jenis verifikasi suara: teks-dependen, teks-prompted, dan teks-independen. Verifikasi teks-dependen membandingkan suara sesuai frase kata yang diminta, seperti nomor rekening atau nama yang diucapkan. Salinan suara pengucapan frase sebelumnya harus disimpan dalam database. Bentuk verifikasi ini sering digunakan dalam aplikasi seperti panggilan suara untuk mengaktifkan ponsel serta transaksi bank yang dilakukan melalui sistem telepon.

Verifikasi teks-prompted memberikan alternatif terbaik untuk sistem yang berisiko tinggi. Dalam hal ini, sistem akan meminta pengguna mengucapkan beberapa frase acak untuk mengurangi risiko penipuan menggunakan alat rekam. Kelemahan utama untuk proses verifikasi ini adalah jumlah waktu dan ruang yang dibutuhkan untuk membuat pengguna baru pada sistem. Prosedur ini sering digunakan untuk memantau penjahat yang berada di bawah pengawasan rumah atau berada pada program pelepasan di komunitas.

Verifikasi teks-independen adalah yang paling sulit dari tiga jenis pengenalan suara karena tidak ada yang meminta pengguna. Apa pun yang diucapkan oleh pengguna dapat digunakan untuk memverifikasi keaslian pengguna, sebuah proses yang dapat membuat proses otentikasi hampir tidak terlihat oleh pengguna.

Salah satu kelemahan dari teknik pengenalan suara adalah bahwa akan semakin sulit untuk mengelola umpan balik dan gangguan saat memvalidasi suara. Suara kita terdiri dari gelombang suara. Ketika ditransmisikan melalui saluran telepon analog gelombang ini cenderung menjadi terdistorsi. Meskipun teknologi saat ini dapat mengurangi kebisingan dan umpan balik, namun masalah ini tidak dapat sepenuhnya diatasi.

Alat pemindai suara juga terbatas dalam kemampuan mereka untuk menafsirkan variasi dari pola suara individu yang sama. Biasanya, suara yang digunakan untuk keperluan otentikasi harus diucapkan dengan kecepatan tetap tanpa banyak variasi nada dan jeda. Namun suara tiap manusia tetaplah bervariasi antara individu-individu sehingga ini menjadi tantangan untuk ke depannya bagi para pengembang teknologi untuk merancang sebuah sistem yang dapat mengenal variasi dalam kecepatan bicara serta dalam nada pengucapan suara oleh individu yang sama.

Meskipun dengan berbagai kekurangannya, pemindaian suara memiliki tingkat keberhasilan hingga 98%. Sekitar 2% sisanya ini memungkinkan pengguna sah untuk ditolak aksesnya saat suaranya tidak seperti biasanya. Sekitar 2% juga, pengguna yang tidak sah bisa mendapat akses jika ia berusaha meniru suara seseorang.

Keunggulan dan Kelemahan Biometrik

Sama seperti teknologi ciptaan manusia lainnya. Teknologi biometrik juga memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan antara lain sebagai berikut:

Keunggulan

  1. Tidak dapat hilang atau lupa
  2. Sulit diduplikasi, di-share ataupun dipindah tangankan
  3. Keaslian lebih terjamin

Kelemahan

Di balik kecanggihan yang sudah dijelaskan di atas, ada beberapa kekurangan yang ternyata bisa ditemui. Berikut ini kekurangan teknologi biometrik:

Pengenalan Wajah

  • Pengenalan 2D dipengaruhi oleh perubahan dalam pencahayaan, rambut seseorang, usia, dan orang yang memakai kacamata.
  • Membutuhkan peralatan kamera untuk identikasi pengguna.

Pengenalan Suara

  • Suara seseorang dapat dengan mudah direkam dan digunakan untuk PC atau jaringan.
  • Tingkat akurasi rendah.
  • Penyakit pilek dapat mengubah suara seseorang, membuat identifikasi sulit.

Retina Scanning

  • Sangat menggangu.
  • Stigma konsumen berpikir teknologi ini bisa membahayakan mata.

Pengenalan Iris

  • Harga teknologi ini terbilang mahal.
  • Membutuhkan banyak data yang akan disimpan.

Fingerprint

  • Bagi sebagian orang sangat menggangu karena masih terkait dengan identifikasi kriminal.
  • Hal ini dapat membuat kesalahan saat kulit kering atau kotor.

Nah, itulah penjelasan mengenai teknologi biometrik, jika ada kekurangan mohon dimaklumi ya. Terima kasih telah membaca artikel di atas dan semoga artikel ini bisa bermanfaat atau paling tidak hitung-hitung nambah wawasan ya.

Share.

About Author