E-commerce, Aplikasi Transaksi Jual Beli Secara Online

0

Sekarang ini teknologi internet mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perekonomian dunia. Yah, internet membawa perekonomian dunia memasuki babak baru yang lebih populer. Dalam dunia internet mungkin anda sudah sering mendengar istilah e-commerce bukan? Khususnya bagi mereka para pelaku online bisnis seperti jual beli secara online, marketing online, pembayaran online yang dilakukan secara elektronik seperti internet, maka aktivitas tersebut bisa dikatakan sebagai e-commerce.

Namun meski sering mendengar istilah seperti itu, akan tetapi masih banyak yang masih belum benar-benar mengerti e-commerce sepenuhnya. Nah, bagi anda yang belum memahami dengan benar apa itu e-commerce, anda bisa langsung melihat penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu E-commerce?

E-commerce adalah transaksi jual beli yang dilakukan secara online. Perdagangan elektronik ini mengacu pada teknologi seperti mobile commerce, transfer dana elektronik, manajemen rantai pasokan, pemasaran Internet, proses transaksi online, pertukaran data elektronik (electronic data interchange/EDI), sistem manajemen persediaan dan sistem pengumpulan data otomatis.

Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing) atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange/EDI), dll.

Ada yang menggunakan internet sebagai media kegiatan perdagangan mulai dari proses produksi, iklan, penjualan, pembayaran, pengiriman dan pencatatan. Namun ada juga yang hanya menggunakan internet sebagai media pada sebagian proses perdagangan. E-commerce dapat dipandang sebagai revolusi di bidang perdagangan.

Keunggulan e-commerce adalah kemampuan bertransaksi kapan pun, diakses dari manapun, adanya jalur distribusi, dapat langsung melakukan pembelian dan adanya penghematan biaya. Pembayaran terhadap transaksi perdagangan model e-commerce dapat dilakukan melalui banyak cara baik secara konvensional (kartu kredit, transfer antar rekening bank), maupun secara online (bitcoin, e-money, online banking, e-gold).

Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:

  • Menyediakan harga kompetitif
  • Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat dan ramah.
  • Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
  • Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa dan diskon.
  • Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
  • Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan dan lain-lain.
  • Mempermudah kegiatan perdagangan

Jenis – Jenisnya

Saat ini e-commerce telah mengalami berbagai macam perkembangan, mulai dari fungsi sampai jenis-jenis e-commerce yang berbagai macam. Ada enam jenis dasar e-commerce atau bentuk bisnis e-commerce dengan karakteristik berbeda. Mari kita lihat penjelasannya satu persatu di bawah ini.

  • Business-to-Business (B2B)

B2B e-commerce meliputi semua transaksi elektronik barang atau jasa yang dilakukan antar perusahaan. Produsen dan pedagang tradisional biasanya menggunakan jenis e-commerce ini. Umumnya e-commerce dengan jenis ini dilakukan dengan menggunakan EDI (Electronic Data Interchange) dan email dalam proses pembelian barang dan jasa, informasi dan konsultasi, atau pengiriman dan permintaan proposal bisnis.

EDI (Electronic Data Interchange) adalah proses transfer data yang terstruktur, dalam format standar yang disetujui, dari satu sistem komputer ke sistem komputer lainnya, dalam bentuk elektronik. Contoh website e-commerce B2B adalah Bizzy dan Ralali. Bizzy merupakan E Commerce pertama yang memiliki konsep B2B atau Business To Business di Indonesia. Bizzy menyediakan solusi bagi perusahaan yang memiliki masalah dalam hal pengadaan suplai dan jasa kebutuhan bisnis. Produk yang disediakan oleh Bizzy antara lain, Office Supplies (ATK), Elektronik, Pantry dll.

Ralali adalah salah satu perusahaan B2B E Commerce Indonesia yang menjual produk-produk MRO(Maintenance, Repair, and Operational). Dengan perusahaan PT. Raksasa Laju Lintang yang telah aktif sejak 2013, Ralali menyedian berbagai macam kebutuhan otomotif, alat ukur, GPS dan peralatan listrik lainnya.

  • Business-to-Consumer (B2C)

B2C adalah jenis e-commerce antara perusahaan dan konsumen akhir. Hal ini sesuai dengan bagian ritel dari e-commerce yang biasa dioperasikan oleh perdagangan ritel tradisional. Jenis ini bisa lebih mudah dan dinamis, namun juga lebih menyebar secara tak merata atau bahkan bisa terhenti.

Jenis e-commerce ini berkembang dengan sangat cepat karena adanya dukungan munculnya website serta banyaknya toko virtual bahkan mal di internet yang menjual beragam kebutuhan masyarakat. Sementara di negara maju seperti Amerika sudah banyak kisah sukses e-commerce yang berhasil dibidang ritel online.

Jika dibandingkan dengan transaksi ritel tradisional, konsumen biasanya memiliki lebih banyak informasi dan harga yang lebih murah serta memastikan proses jual beli hingga pengiriman yang cepat. Beberapa website di Indonesia yang menerapkan e-commerce tipe ini adalah Bhinneka, Berrybenka dan Tiket.com. Jenis e-commerce ini biasa digunakan oleh penjual atau produsen yang serius menjalankan bisnis dan mengalokasikan sumber daya untuk mengelola situs sendiri.

  • Consumer-to-Consumer (C2C)

C2C merupakan jenis e-commerce yang meliputi semua transaksi elektronik barang atau jasa antar konsumen. Umumnya transaksi ini dilakukan melalui pihak ketiga yang menyediakan platform online untuk melakukan transaksi tersebut. Beberapa contoh penerapan C2C dalam website di Indonesia adalah Tokopedia, Bukalapak dan Lamido. Disana penjual diperbolehkan langsung berjualan barang melalui website yang telah ada.

Namun ada juga website yang menerapkan jenis C2C dan mengharuskan penjual terlebih dulu menyelesaikan proses verifikasi, seperti Blanja dan Elevenia. C2B adalah jenis e-commerce dengan pembalikan utuh dari transaksi pertukaran atau jual beli barang secara tradisional. Jenis e-commerce ini sangat umum dalam proyek dengan dasar multi sumber daya. Sekelompok besar individu menyediakan layanan jasa atau produk mereka bagi perusahaan yang mencari jasa atau produk tersebut.

Contohnya adalah sebuah website dimana desainer website menyediakan beberapa pilihan logo yang nantinya hanya akan dipilih salah satu yang dianggap paling efektif. Platform lain yang umumnya menggunakan jenis e-commerce ini adalah pasar yang menjual foto bebas royalti, gambar, media dan elemen desain seperti www.istockphoto.com.

Contoh lainnya adalah www.mybloggerthemes.com, sebuah website yang menjual ragam template blog dari berbagai pengembang template. Pembuat template dapat mengupload template yang dibuatnya pada link yang telah disediakan oleh MBT, kemudian MBT akan menjual template yang telah di upload dan berbagi keuntungan dengan pembuat template.

  • Business-to-Administration (B2A)

B2A adalah jenis e-commerce yang mencakup semua transaksi yang dilakukan secara online antara perusahaan dan administrasi publik. Jenis e-commerce ini melibatkan banyak layanan, khususnya di bidang-bidang seperti fiskal, jaminan sosial, ketenagakerjaan, dokumen hukum dan register.

Jenis e-commerce ini telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir dengan investasi yang dibuat melalui e-government atau pihak pemerintah. Beberapa contoh website administrasi publik yang menerapkan B2A adalah www.pajak.go.id, www.allianz.com dan www.bpjs-online.com. Disana perusahaan dapat melakukan proses transaksi atas jasa yang mereka dapatkan langsung kepada pihak administrasi publik. Perusahaan diharuskan untuk mengisi sejumlah persyaratan terlebih dahulu sebelum mendapatkan layanan dan baru diteruskan dengan proses transaksi.

  • Consumer-to-Administration (C2A)

Jenis C2A meliputi semua transaksi elektronik yang dilakukan antara individu dan administrasi publik. Contoh area yang menggunakan jenis e-commerce ini adalah :

  1. Pendidikan–penyebaran informasi, proses pembelajaran jarak jauh dan lainnya
  2. Jamsostek–penyebaran informasi, pembayaran dan lainnya
  3. Pajak–pengajuan pajak, pembayaran pajak dan lainnya
  4. Kesehatan–janji pertemuan, informasi mengenai penyakit, pembayaran layanan kesehatan dan lainnya.

Contoh penerapan C2A sama dengan B2A, hanya saja pembedanya ada pada pihak individu-administrasi publik dan perusahaan-administrasi publik. Model B2A dan C2A sama-sama terkait dengan gagasan efisiensi dan kemudahan penggunaan layanan yang diberikan untuk masyarakat oleh pemerintah, juga dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi.

  • Online-to-Offline (O2O)

O2O adalah jenis e-commerce yang menarik pelanggan dari saluran online untuk toko fisik. O2O mengidentifiaksikan pelanggan di bidang online seperti email dan iklan internet, kemudian menggunakan berbagai alat dan pendekatan untuk menarik pelanggan agar meninggalkan lingkup online.

Walaupun sudah banyak kegiatan ritel tradisional dapat digantikan oleh e-commerce, ada unsur-unsur dalam pembelanjaan fisik yang direplikasi secara digital. Namun ada potensi integrasi antara e-commerce dan belanja ritel fisik yang merupakan inti dari jenis O2O.

Hanya karena ada bisnis tertentu yang tidak memiliki produk untuk dipesan secara online, bukan berarti internet tak dapat memainkan perannya dalam hampir semua bisnis. Contohnya, sebuah pusat kebugaran tidak akan bisa didirikan di ruang tamu rumah Anda, namun dengan menggunakan layanan O2O yang disediakan perusahaan seperti Groupon Inc, pusat kebugaran tersebut bisa menyalurkan bisnis offline nya menjadi online.

Beberapa perusahaan besar dengan pertumbuhan yang cepat seperti Uber dan Airbnb juga menjalankan bisnis mereka dengan jenis O2O. Beberapa website di Indonesia yang menerapkan jenis O2O adalah Kudo dan MatahariMall. Seperti yang dilakukan oleh perusahaan ritel besar di Amerika, Walmart. Kini melalui website seperti tersebut anda bisa masuk ke dalam toko, mengambil dan membayar barang yang dibeli, bahkan mengembalikan barang ketika terjadi kesalahan.

Tipe Aplikasi E-commerce

Jika diklasifikasikan secara lebih rinci, E-commerce bisa dibagi menjadi beberapa tipe berdasarkan system aplikasinya lho. Diantaranya adalah:

Sistem Elektronik Market (EMs)

Sistem ini adalah sebuah aplikasi yang memanfaatkan teknologi dari informasi dan komunikasi untuk melakukan kegiatan penawaran dalam pasar tertentu sehingga pembeli dapat dengan mudah membandingkan dengan beberapa jenis harga. Yang artinya adalah Elektrinik Market ini adalah sebuah system yang memberikan informasi dari kelompok tertentu yang memberikan fasilitas bagi penjual dan pembeli untuk melakukan pertukaran informasi mengenai harga produk tertentu.

Keuntungan yang didapatkan oleh pembeli adalah lebih terasa nyata dan lebih efesien dalam penggunaan waktu. Sedangkan bagi penjual adalah dapat memberikan informasi produk yang dijual dengan lebih mudah, cepat dan dapat menarik banyak pelanggan.

Sistem Elektronik Data Interchange (EDI)

Sistem ini adalah sarana untuk membuat lebih efesien dalam hal melakukan perturan data yang dilakukan dengan cara transaksi yang berulang dalam ukuran yang besar antara kelompok komesial. Secara sederhana, EDI adalah system yang melakukan transfer data dengan cara yang lebih terinci dengan format yang lebih standart atau sederhana yang dilakukan oleh aplikasi system kompyer dengan media lain menggunakan media elektronik. EDI biasanya adalah sistem yang banyak digunakan oleh pembisnis retail yang dilakukan kepada para Supplier.

Yang perlu diketahui juga biasanya EDI memiliki sebuah kode dalam proses transaksinya sehingga kelompok tersebut bisa melakukan komunikasi dengan baik secara langsung tanpa memerlukan adanya faktur dan hardcopy. Selain itu, ini akan lebih memudahkan karena prosesnya akan menghindari adalanya penundaan dan kesalahan yang tak disengaja.

Internet Commerce

Sistem ini adalah bisnis yang menggunakan internet sebagai bagian dalam melakukan informasi dan melakukan komunikasi dalam system perdagangan. Biasanya system ini banyak dilakukan dan digunakan untuk aktivitas komersial seperti layanan iklan untuk menjual produk dan jasa. Transaksi jual beli bisa dilakukan dari jarak jauh dan biasanya akan dikirmkan melalui media jasa pengirim barang setelah melakukan pentrasferan uang.

Untuk jenis ini biasanya Internet yang berperan sebagai media dalam penjualan akan membuat keuntungan yang lebih besar karena internet memiliki harga yang murah dibandingkan dengan menjual barang di toko yang memerlukan biaya yang cukup lebih mahal. Seperti yang dipaparkan diatas adalah pengertian e-commerce dan beberapa apllikasi pendukung yang biasa digunakan dalam bisnis ini sehingga membantu Anda dalam menjalankan bisnis perdagangan dengan lebih modern.

Mekanisme Transaksi Jual Beli Sistem Online

Pembayaran Online

Salah satu isu terbesar dalam implementasi sistem e-commerce adalah mekanisme pembayaran via internet. Berbagai aspek transaksi yang tergolong dalam berbagai proses interaksi bisnis konvensional berubah dengan cepat ketika perdagangan secara face- to-face mulai digantikan dengan perdagangan online. Seperti halnya untuk membeli sesuatu, ada beberapa tahapan yang dijalani, yaitu mencari lokasi si penjual, memilih suatu produk, menanyakan harga, membuat suatu penawaran, sepakat untuk melakukan pembayaran, mengecek indentitas dan validitas mekanisme pembayaran, penyerahan barang oleh penjual dan penerimaan oleh pembeli.

Mekanisme pembayaran online juga harus menyertakan semua atau sebagian dari tahapan-tahapan ini dalam alur pembayaran yang digunakan. Perubahan interaksi ini juga mengharuskan untuk mempehatikan ke arah pengembangan keamanan metode pembayaran dalam e-commerce, agar lebih aman dan terjamin. Karena itulah, sebagai pendukung dalam transaksi e-commerce diperlukan perantara (pihak ketiga) untuk keamanan, indentifikasi, dan pengesahan.

Dalam transaksi e-commerce melalui internet perintah pembayaran (payment instruction) melibatkan beberapa pihak selain dari pembeli (cardholder) dan penjual (merchant). Para pihak itu adalah payment ghateway, acquirer dan issuer. Dalam transaksi online merupakan sebuah keharusan adanya pihak-pihak lain yang terlibat tersebut. Dalam bisnis konvensional sehari-hari, biasanya seseorang melakukan pembayaran terhadap produk atau jasa yang dibelinya melalui berbagai cara.

Cara yang paling umum adalah membayar langsung dengan alat pembayaran yang sah (uang), secara tunai (cash). Cara lain adalah dengan menggunakan kartu kredit (credit card), kartu debit (debit card), cek pribadi (personal check) atau transfer antara rekening. Proses pembayaran biasanya dilakukan di tempat diperjualbelikannya produk atau jasa tersebut. Lokasi tersebut POS (point of sale).

Di dunia internet saat ini banyak terdapat metode pembayaran yang ditawarkan. Semua metode yang ditawarkan menggunakan teknologi canggih. Ini dilakukan karena bisnis yang dijalankan di internet adalah remote business yang selama perjalanan transaksi menggunakan media elektronik yang sudah tentu banyak terdapat “penyamun” ditengah jalan, yang siap melakukan sabotase, atau mencuri uang kita.

Sebagian besar merchant menjalankan bisnis mereka diinternet dengan menawarkan sistem pembayaran dengan kartu kredit. Tapi jelasnya tersedia sejumlah solusi yang berbeda-beda, selain dengan kartu kredit atau debit pada pembayaran online melalui internet, seperti dengan menggunakan cek elektronik (e-check) dan uang digital (digital cash).

Keuntungan dan Resiko

Implikasi dari pengembangan ini dirasa ada sisi positif dan negatif. Aspek positifnya bahwa dengan perdagangan di internet melalui jaringan online, telah meningkatkan peranan dan fungsi perdagangan sekaligus memberikan kemudahan dan efisiensi. Aspek negatif dari pengembangan ini adalah berkaitan dengan persoalan keamanan dalam bertransaksi dengan menggunakan media e-commerce dan secara yuridis terkait pula dengan jaminan kepastian hukum (legal certainty).

Masalah keamanan masih menjadi masalah dalam internet. Aspek-aspek yang dipermasalahkan itu antara lain: (1) masalah kerahasiaan (convendentiality) pesan, (2) masalah bagaimana cara agar pesan yang dikirimkan itu keutuhanya (integrity) sampai ke tangan penerima, (3) masalah keabsahan (authenticity) pelaku transaksi dan (4) masalah keaslian pesan agar bisa dijadikan barang bukti.

Problematika Dalam Jual Beli Dengan Sistem Online

Yah, dalam perkembangan informasi modern transaksi jual beli memang telah terjadi beberapa problematika. Banyak faktor yang dapat menyebabkan barang atau paket yang dikirim tidak dapat tiba di alamat tepat waktu antara lain bisa disebabkan karena alamat yang dituju tidak jelas, hingga kurir yang mengirimkan barang nendapatkan kesulitan untuk mengirim paket ke alamat yang tepat, tidak ada penerima yang sah, biasanya terjadi misalnya rumah atau alamat yang dituju ternyata setelah didatangi oleh jasa kurir tidak berpenghuni/kosong /dikunci sehingga petugas kurir tidak dapat menyerahkan barang kiriman kepada penerima yang sah.

Faktor medan dari alamat yang dituju, jika alamat yang dituju merupakan alamat pelosok terpencil yang tidak dapat dijangkau oleh jasa kurir yang kami gunakan. Barang tertahan di kantor pos karena ada beban bea masuk impor yang harus dibayarkan kepada pihak bea dan cukai, faktor bencana alam, jika terjadi suatu kejadian bencana alam yang dapat menghambat waktu pengiriman barang.

Oleh karena itu, sangat disarankan kepada para pelangga atau pengguna untuk mencantumkan alamat rumah yang lengkap (kode, nomor telepon rumah) agar pengiriman paket dapat dengan mudah dilakukan, jika memang pemesan tidak berada di rumah (karena faktor bekerja) maka sangatlah diharapkan agar memesan tidak berada di rumah yang aslinya untuk bersiap menerima paket kiriman dari kami atau minimal tidak. Hal ini untuk memudahkan petugas pengirim barang dalam mengantarkan paket pesanan anda.

Perkembangan E-Commerce Secara Global

Pada tahun 2010, Inggris memiliki pengeluaran e-commerce per kapita tertinggi di dunia. Pada tahun 2013, Republik Ceko adalah negara Eropa dimana e-commerce memberikan kontribusi terbesar terhadap total pendapatan perusahaan. Hampir seperempat (24%) dari total omset negara dihasilkan melalui saluran online.

Diantara negara berkembang lainnya, kehadiran e-commerce di China terus berkembang setiap tahunnya. Ada 668 juta pengguna internet dan penjualan belanja online di China mencapai $ 253 miliar pada paruh pertama tahun 2015, menyumbang 10% dari total penjualan eceran konsumen China pada periode tersebut. Peritel China telah mampu membantu konsumen merasa lebih nyaman berbelanja secara online. Transaksi e-commerce antara China dan negara-negara lain meningkat 32% menjadi 2,3 triliun yuan ($ 375,8 miliar) pada tahun 2012 dan menyumbang 9,6% dari total perdagangan internasional China.

Pada tahun 2013, Alibaba memiliki pangsa pasar e-commerce 80% di China. Kemudian pada tahun 2014, ada 600 juta pengguna internet di China (dua kali lipat di AS), menjadikannya pasar online terbesar di dunia. China juga merupakan pasar e-commerce terbesar di dunia dengan nilai penjualan sekitar US $ 899 miliar pada 2016.

Pada tahun 2013, e-commerce di Brasil tumbuh dengan cepat dengan nilai penjualan eceran e-commerce yang diperkirakan akan tumbuh pada kecepatan dua kali lipat hingga 2014. Pada 2016, eMarketer memperkirakan penjualan eceran di Brasil mencapai $ 17,3 miliar. Sedangkan India memiliki basis pengguna internet sekitar 460 juta pada Desember 2017. Meskipun menjadi basis pengguna terbesar ketiga di dunia, penetrasi Internet rendah dibandingkan pasar seperti Amerika Serikat, Inggris atau Perancis. India menggunakan metode cash on delivery untuk proses pembayaran dan ini merupakan proses yang paling disukai. Pasar ritel India diperkirakan akan meningkat dari 2,5% di tahun 2016 dan akan menjadi 5% di tahun 2020.

Lain lagi tingkat pertumbuhan jumlah pengguna internet di negara-negara Arab yang telah berkembang pesat sekitar 13,1% di tahun 2015. Sebagian besar pasar e-commerce di Timur Tengah terdiri dari orang-orang berusia 30-34 tahun. Mesir memiliki jumlah pengguna internet terbesar di wilayah ini, diikuti oleh Arab Saudi dan Maroko.

Dalam bisnis, penelitian menyatakan bahwa teknologi informasi dan e-commerce merupakan sebuah peluang yang bagus bagi perkembangan dan pertumbuhan suatu perusahaan. Banyak juga perusahaan telah menginvestasikan sejumlah besar investasi dalam aplikasi mobile. Model DeLone dan McLean menyatakan bahwa tiga perspektif yang dapat diraih melalui e-business, yaitu kualitas sistem informasi, kualitas layanan dan kepuasan pengguna.

Dibandingkan dengan China yang sudah mencapai 30%, Indonesia memang masih tertinggal jauh, tapi perlu anda ingat bahwa jumlah ini akan terus naik seiring dengan bertumbuhnya penggunaan smartphone, penetrasi internet di Indonesia, penggunaan kartu debit dan kredit, dan tingkat kepercayaan konsumen untuk berbelanja secara online.

Pada tahun 2012, suatu perusahaan e-commerce di Indonesia mencatat bahwa 41% penjualan mereka berasal dari Jakarta, tapi enam bulan selanjutnya angka ini turun menjadi 22%. Ini menunjukkan bahwa tidak hanya konsumen di Jakarta saja yang rutin berbelanja online, konsumen di luar Jakarta pun tidak ingin ketinggalan mengikuti perkembangan zaman dengan menunjukkan kontribusi mereka pada pasar e-commerce di Indonesia.

Data dari lembaga riset ICD memprediksi bahwa Perkembangan E Commerce di Indonesia akan tumbuh  kurang lebih sekitar 57% dari tahun 2014-2017. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan negara lain seperti Malaysia (18%), Thailand (26%) dan Filipina (32%), tentulah nilai sebesar ini sangat menggoda bagi sebagian investor, baik dalam maupun luar negeri. Beberapa VC (Venture Capital) besar seperti Rocket Internet, CyberAgent, East Ventures dan IdeoSource bahkan sudah menanamkan modal ke perusahaan E-commerce yang ada di Indonesia saat ini.

Nah, demikianah penjelasan mengenai E-commerce. Semoga ulasan di atas bisa jadi sangat bermanfaat buat anda yang masih belum mengerti mengenai E-commerce.  Terima kasih.

Share.

About Author