Penjelasan Lengkap Router, Alat Yang Bertugas Untuk Mengirimkan Paket Data Melalui Jaringan

0

Dalam keseharian, tiap aktifitas kita selalu tidak pernah jauh dari yang namanya internet. Internet untuk sekarang ini sudah menjadi hal yang sangat mudah dan siapapun bisa mengaksesnya dimanapun, entah itu di rumah, di kantor, di sekolah, dan juga yang paling mainstream adalah di warnet. Ya, setidaknya internet seakan akan sudah menjadi makanan pokok yang harus tersedia dalam keseharian kita.

Dalam mengakses internet, pernahkah kamu berfikir darimana asal pembagian jaringan yang disediakan sehingga kita bisa dengan mudah dalam mengaksesnya? Dalam sebuah jaringan, terdapat sebuah alat yang mana memiliki tugas untuk mengirimkan paket data yang kita gunakan untuk mengakses sebuah jaringan internet. Alat yang dimaksud disini tidak lain adalah “Router”. Router inilah yang menjadi sebuah alat pembagi atau pengirim data yang kita gunakan untuk mengakses internet dalam sebuah jaringan.

Nah untuk lebih jelasnya lagi, yuk sama-sama kita bahas hal-hal apa saja yang bisa kita ketahui lebih dalam mengenai router ini. Silahkan simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Router

Router merupakan salah satu hardware atau perangkat keras yang memang harus ada dalam sebuah jaringan komputer yang mana berguna untuk mengirimkan data yang akan digunakan pada masing-masing client untuk mengakses sebuah jaringan. Biasanya alat yang satu ini selalu ada di setiap tempat yang memang pada prioritasnya menggunakan akses internet, seperti yang sudah dikatakan tadi misalnya pada contoh umumnya yaitu warnet. Router sangat berguna untuk mengirimkan data pada tiap-tiap komputer yang ada sehingga para pemain bisa leluasa mengakses internet berkat data yang dikirimkan oleh router ini.

Router adalah sebuah alat yang bertugas untuk mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet untuk menuju ke tujuannya, melalui sebuah proses yang sering disebut sebagai routing. Proses routing ini sendiri terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh lapis OSI. Router juga dapat diartikan sebagai perangkat jaringan yang digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan, baik jaringan yang sama maupun berbeda dari segi teknologinya seperti menghubungkan jaringan yang menggunakan topologi Bus, Star dan Ring. Router minimal memiliki 2 jaringan interface. Koneksi antar network (jaringan dengan subnet IP yang berbeda) hanya bisa terjadi dengan bantuan Router.

Router adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menganalisis paket data yang ditransmisikan dalam sebuah jaringan ke jaringan yang lainnya. Router juga mempunyai fungsi untuk menentukan apakah sumber dan tujuan transmisi berada pada jaringan yang sama ataupun harus ditransfer dari satu jaringan ke jaringan lainnya, dimana membutuhkan pengkodean informasi untuk data protocol yang baru.

Router bisa dipergunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil yang ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang mana jaringan itu disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.

Router memiliki fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol), dengan mensetting DHCP, maka kita dapat membagi IP Address, fasilitas lain dari Router adalah adanya NAT (Network Address Translator) yang dapat memungkinkan suatu IP Address atau koneksi internet disharing ke IP Address lain.

Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.

Sejarah Perkembangan Router

Setelah membaca dan memahami penjelasan definisi yang ada mengenai router, ada baiknya juga kita mengetahui mengenai tentang sejarah perkembangannya. Tentu banyak dari kita yang mungkin belum mengetahui bagaimana awal mula bagaimana terciptanya router ini.

Pada tahun 1980, setelah melalui riset yang panjang yang diawali dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat, akhirnya konsep pertama router dibuat. Router ini mempunyai bentuk selayaknya komputer mini yang didedikasikan untuk melakukan proses enkripsi. Kini, router modern mempunyai kecepatan yang tinggi dalam mengirimkan, mentransmisi maupun melakukan manajemen data dalam jaringan komputer.

Di tahun tersebut merupakan kisah awal dimana mulai terfikirnya atau mulai terciptanya router. Pada saat itu, terdapat sepasang suami istri yang bernama Len dan Sandy Bosack yang dulunya bekerja di dua departemen komputer yang berbeda yang terletak di Stanford University. Pasangan suami istri ini sedang menghadapi masalah dalam membuat sesuatu agar komputer mereka bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Untuk mengatasi masalah tersebut, mereka akhirnya membuat sebuah server gateway di ruang tamu mereka yang dengan cara sederhana bisa membuat dua departemen berkomunikasi satu sama lain dengan bantuan protokol IP.

Mereka kemudian mendirikan sebuah perusahaan bernama cisco Systems pada tahun 1984, yang mana memiliki server gateway komersial kecil yang membawa sebuah revolusi atau perkembangan dalam dunia networking. Kemudian pada tahun 1992, nama perusahaan tersebut kemudian diubah jadi Cisco Systems, Inc. Advanced Gateway Server (AGS) adalah produk pertama yang dipasarkan perusahaan. Setelah itu kemudian hadir Mid-Range Gateway Server (MGS), Compact Gateway Server (cgs), Integrated Gateway Server (IGS) dan AGS +.

Akhirnya, perusahaan ini menciptakan router cisco 4000, 7000, 2000, dan 3000 series. Bisa dikatakan router ini masih ada sampai sekarang dan mengalami peningkatan setiap harinya. Perusahaan Cisco bisa dikatakan adalah pemimpin besar dunia dalam hal memudahkan sebuah jaringan internet berkat produk router mereka. Produk perusahaan ini lebih mengarah pada kemudahan dalam mengakses dan mentransfer informasi terlepas dari perbedaan waktu, tempat atau platform.

Sertifikasi CCNA sendiri merupakan sertifikat yang pertama dalam jajaran sertifikasi Cisco dan juga merupakan pendahulu untuk semua sertifikasi yang ada dari perusahaan Cisco itu sendiri. Program CCNA ini dibuat untuk memberikan dasar yang kokoh yang tidak hanya untuk Cisco Internetwork Operating System (IOS) dan hardware Cisco saja, akan tetapi juga untuk internetworking secara umum. Untuk mendapatkan Cisco Certified Internetwork Expert (CCIE) maka Ciscon membuat suatu seri sertifikasi, yaitu:

  • CCNA (Cisco Certified Network Associate)
  • CCNP (Cisco Certified Network Professional)
  • CCIE (Cisco Certified Internetwork Expert)

Seiring dengan perkembangan industri di rute China, teknologi router juga mengalami perkembangan dalam inovasi konstan dan juga upgrade. Mulai dari generasi yang pertama hingga ke generasi kelima, teknologi routing merupakan langkah cerdas untuk memajukan peran dalam jaringan komunikasi yang lebih penting, dan juga untuk mencapai fleksibilitas bisnis dan kombinasi kinerja tinggi.

  • Generasi Pertama

Generasi pertama difokuskan pada forwarding terpusat dan juga pertukaran bus. Pada routing network yang ada di router generasi pertama, jaringan IP pertama tidaklah besar, gateway yang digunakan untuk menghubungkan peralatan yang dibutuhkan untuk menangani beban sangat kecil. Pada generasi pertama ini gateway (router) pada dasarnya adalah sebuah komputer yang mana digunakan dengan memasukkan kartu antarmuka jaringan multi-pendekatan untuk mencapai blok.

Kartu Interface dan unit pengolahan pusat (CPU) yang terhubung antara businternal melalui CPU sepenuhnya bertanggung jawab atas semua transaksi, termasuk koleksi routing, alamat forwarding, dan juga manajemen peralatan. Setelah interface jaringan yang menerima paket melewati businternal CPU, kemudian setelah CPU selesai, semua proses berlalu keluar dari interface jaringan yang lainnya.

  • Generasi Kedua 

Generasi kedua difokuskan pada forwarding, modul antarmuka, dan pertukaran bus. Karena setiap pesan harus dikirim melalui bus dan pemrosesan CPU, dan juga dengan meningkatnya pengguna internet sekaligus meningkatkan lalu lintas jaringan, jumlah interface dan bandwidth bus serta kemacetan pada CPU pun semakin menonjol. Oleh karena itu wajar untuk memikirkan bagaimana cara untuk meningkatkan jumlah antarmuka jaringan serta bagaimana cara agar beban CPU dan bus turun?

Untuk mengatasi masalah ini, teknologi generasi kedua router pada kartu antarmuka jaringan untuk sejumlah penanganan cerdas yang mana akan mengunjungi sesering mungkin jaringan dari beberapa tempat, sehingga pengguna dapat mempertimbangkan beberapa teknologi informasi routing umum tetap dalam bisnis dengan kartu antarmuka Cache. Sehingga juga sebagian besar pesan bisa langsung melalui papan depan bisnis Cache tabel routing guna untuk mengurangi kebutuhan BUS dan CPU. Cache ini tidak dapat ditemukan untuk paket data yang dikirim ke dalam pemrosesan CPU.

  • Generasi Ketiga

Generasi ketiga memfokuskan untuk forwarding yang didistribusikan dan juga pertukaran bus. 90 tahun setelah munculnya teknologi Web untuk jaringan IP telah mengalami perkembangan yang terbilang cepat. Akses internet pengguna ke permukaan sangat melebar, di mana terdapat akses pengguna yang tidak tetap, sehingga seringkali tidak dapat menemukan rute dari fenomena Cache, sehingga kemacetan bus dan CPU terjadi lagi.

Selain itu, sebagai akibat dari pengguna yang meningkat, terbatasnya jumlah teknologi interface router juga terkena dampaknya. Untuk mengatasi masalah ini, teknologi generasi ketiga penerus muncul sebagai solusi untuk masalah ini. Generasi ketiga dari teknologi ini sepenuhnya didistribusikan arsitektur router – pemisahan teknologi routing dan forwarding, yang mana mengendalikan dewan manajemen yang bertanggung jawab untuk peralatan dan routing koleksi, komputasi, dan untuk menghitung transportasi forwarding seterusnya menurut forwarding.

Kemudian rute disimpan dan diarahkan secara mandiri ke depan atau forwarding. Bus lain juga telah mengalami pengembangan yang cukup besar, dengan bus, data bisnis ditransmisikan antara dewan benar-benar independen dari panel kontrol untuk mencapai pemrosesan paralel berkecepatan tinggi, dan juga membuat kinerja pengolahan teknologi router meningkat beberapa kali.

  • Generasi Keempat

Teknologi yang berkembang pada generasi keempat ini adalah forwarding dan juga pertukaran jaringan. Akhir tahun 90-an, dengan komersialisasi jaringan IP, teknologi Web kemudian muncul. Pada saat itu teknologi internet merupakan pengembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan jumlah pengguna internet meningkat dengan cepat. Jaringan lalu lintas khususnya lalu lintas untuk jaringan inti meningkat secara eksponensial. ketika itu teknologi berbasis perangkat lunak router IP tradisional belum mampu untuk memenuhi kebutuhan pembangunan jaringan.

Untuk pelabuhan umum 2.5G POS node backbone, misalnya, paket IP minimum sesuai dengan 40 byte, 2.5G POS-port kawat-kecepatan arus sekitar 6.5Mpps. Dan kebutuhan untuk meliputi kegiatan pengolahan paket, seperti jaminan QoS, routing lookup, frame header dua-cerita strip / menambah dan operasi kompleks lainnya untuk pendekatan tradisional adalah hal yang terbilang mustahil.

Oleh karena itu, beberapa produsen membuat implementasi ASIC, hal itu berguna untuk mengedepankan semua detail dari proses semua cara untuk mengimplementasikan penggunaan perangkat keras. Yang mana juga sejalan dengan palang bertukar atau berbagi solusi memori untuk masalah pertukaran internal. Dengan cara ini, kinerja dari teknologi router untuk Gigabit menjadi semakin baik dari yang sebelumnya yakni Gigabit Switch Router (Gigabit Switch Router, GSR).

  • Generasi Kelima

Generasi kelima merupakan pengembangan yang merujuk pada prosesor jaringan terdistribusi forwarding dan juga pertukaran jaringan. Generasi Kelima IP Router merupakan Teknologi untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Munculnya teknologi generasi penerus kelima, adalah generasi teknologi routing yang sangat memuaskan dalam pemrosesan paket data, suara, gambar permintaan sintesis bantalan, dan sangat meningkatkan dukungan kapasitas jaringan VPN MPLS saat ini.

Sebagai teknologi penerus, generasi kelima dalam bisnis memiliki fitur yang kuat pada tepi. Teknologi ini telah menjadi tulang punggung pembangunan jaringan broadband yang ada saat ini, dan juga merupakan konvergensi jaringan pilihan. Dengan mengurangi biaya operasi jaringan dan lebih diperkaya dengan teknologi generasi kelima dari prosesor jaringan ke jaringan, teknologi router adalah sebuah pengembangan yang lebih dari sekedar teknologi low-end.

Jenis – Jenis Router

Perlu diketahui bahwa router juga memiliki beberapa jenis yang berbeda yang dibagi berdasarkan mekanisme dan juga pengaplikasiannya. Berikut ini adalah beberapa jenis router yang ada, antara lain :

Jenis Router Berdasarkan Mekanismenya

Yang pertama kita akan membahas jenis-jenis router yang ada berdasarkan mekanismenya. Jenis router berdasarkan mekanismenya ini dibagi menjadi 3, yaitu Router Statis, Router Dinamis dan juga Router Wireless. Berikut ini adalah penjelasannya.

Router Statis

Jenis router berdasarkan mekanismenya yang pertama adalah router statis atau yang biasa juga dikenal dengan Static Router. Mengapa dinamakan router statis adalah karena sistem penggunaan yang ada pada static routing ini lebih mengarah kepada bagaimana sebuah router mampu untuk melakukan sebuah proses penghalaan yang ada dari suatu jaringan. Mekanisme di dalam proses penghalaan itu sendiri terdiri dari berbagai proses, yang mana melibatkan apa yang kita kenal dengan nama tabel routing atau tabel penghala.

Pada penggunaan static router, maka proses penghalaan yang terjadi pada router ini diadministrasikan secara manual oleh seorang yang bertugas sebagai administrator. Segala bentuk penghalaan melalui tabel routing akan dilakukan secara manual oleh administrator, dimana administrator bertanggung jawab penuh untuk melakukan segala bentuk proses penghalaan, mulai dari membuat jalur atau rute baru, menghapus rute, memindahkan rute, dan sebagainya. Administrator juga memegang penuh atas permission atau ijin – ijin yang ada pada router tersebut.

Kelebihan Router Statis:

  • Kelebihan pertama dari penggunaan static router adalah terdapat semacam filtering oleh administrator, dimana administrator mampu untuk memfilter rute mana yang boleh dilewati dan tidak boleh dilewati. Hal ini membuat proses penghalaan dapat dilakukan secara real time oleh sang administrator.
  • Proses penghalaan atau proses routing bisa dilakukan dengan mudah dan juga cepat dan bisa dilakukan kapan saja, tanpa adanya syarat – syarat tertentu.
  • Penggunana tabel routing akan mempermudah administrator dalam melakukan proses routing atau penghalaan.
  • User bisa melakukan request akses routing dari administrator, sehingga tidak harus tergantung dari program routing saja.

Kekurangan Router Statis:

  • Administrator wajib sepenuhnya memahami segala hal mengenai sistem dan juga command yang ada pada tabel routing.
  • Sangat membutuhkan ahli jaringan yang sudah memiliki banyak pengalaman di bidang routing agar static routing dapat beroperasi dengan optimal.
  • Kemampuan administrator dalam membuat tabel routing baru sangatlah diperlukan, terutama ketika harus menghapus ataupun menambahkan jalur penghalaan.
  • Tidak cocok untuk diaplikasikan pada sebuah jaringan yang sibuk, luas, dan juga banyak digunakan oleh user.

Router Dinamis

Kemudian jenis router berdasarkan mekanisme berikutnya adalah Router Dinamis atau yang biasa disebut juga dengan Dynamic Router. Router jenis ini merupakan kebalikan dari router statis, yang mana pada router jenis ini tentu saja memiliki keunggulan sedikit lebih baik jika dibandingkan dengan router statis. Apabila pada router statis atau static router ini, proses penghalaan atau proses routing murni diatur oleh seorang administrator jaringan, maka pada dynamic router ini, proses routing akan berjalan secara otomatis dan juga dinamis.

Maksudnya adalah dynamic router ini akan bekerja sendiri, sesuai dengan apa yang sidah diperintahkan oleh administrator. Dynamic router akan melakukan penghalaan atau routing ke user yang sudah ditentukan, melalui jalur atau rute yang sudah ditentukan, mampu untuk menghapus jalur yang sudah tidak terpakai, membaut jalur routing baru ke user baru, menolak akses routing ke user tertentu, dan masih banyak lagi. Semua proses itu dilakukan secara dinamis oleh router secara otomatis.

Meskipun demikian, tentu saja router dinamis ini juga membutuhkan adanya seorang administrator. Namun, fungsi dari administrator ini tidaklah serumit administrator pada static routing. Administrator pada dynamic routing ini hanya bertugas untuk melihat proses routing yang sedang berlangsung, serta bertugas untuk menentukan bagaimana cara si router dinamis ini dalam melakukan proses routing. Dynamic routing ini juga mampu untuk membuat tabel routing sendiri, sehingga ketika router akan menghapus sebuah jalur, atau menambahkan jalur baru, semuanya itu akan secara otomatis masuk ke dalam tabel routing yang baru.

Kelebihan Router Dinamis:

  • Sangat praktis dan juga efisien, karena router bisa bekerja secara otomatis.
  • Kerja dari administrator lebih ringan, dan administrator tidak wajib memahami secara penuh pembuatan tabel routing.
  • Sangat cocok digunakan untuk kebutuhan network yang besar, luas dan juga sibuk, misalnya saja kebutuhan routing pada ISP, baik baseband maupun broadband’.

Kekurangan Router Dinamis:

  • Terkadang router bekerja secara otomatis, sehingga kita tidak bisa mengatur kemana sebuah jaringan akan pergi.

Router Wireless

Jenis router berdasarkan mekanismenya yang terakhir adalah Router Wireless atau bisa dikatakan Wireless Router. Jenis router yang satu ini tidak spesifik, yang mana berarti router ini bisa menjadi jenis router statis maupun router dinamis. Sesuai dengan namanya, router wireless merupakan jenis router yang bekerja tanpa menggunakan kabel, dan mengandalkan koneksi wireless menggunakan media udara. Router wireless ini saat ini cukup banyak digunakan karena memberi banyak sekali kemudahan. Dari segi fungsinya, tentu saja tidak berbeda dengan jenis router lainnya.

Kelebihan Router Wireless:

  • Bisa bekerja baik sebagai static router ataupun dynamic router.
  • Tidak membutuhkan kabel, sehingga sangat mudah dalam instalasi, dan tidak repot.
  • Dapat berperan sebagai access point, sehingga bisa langsung terkoneksi dengan komputer dan perangkat lainnya menggunakan media WiFi.
  • Mudah diletakkan dimanapun.
  • Tidak membutuhkan modem yang banyak untuk masing – masing komputer.

Jenis Router Berdasarkan pengaplikasiannya

Berikutnya adalah jenis jenis router yang dibagi berdasarkan pengaplikasiannya. Untuk router jenis ini dibagi menjadi 3 jenis, yaitu Router Hardware, Router Software, dan juga Router PC. Berikut ini adalah penjelasannya :

Router Hardware

Untuk jenis router berdasarkan pengaplikasiannya yang pertama adalah Router Hardware atau bisa dikatakan juga sebagai Router Fisik. Router fisik atau hardware merupakan jenis router yang paling umum, dimana router ini memiliki bentuk fisik yang nyata dan banyak digunakan, bentuknya mirip seperti hub ataupun modem, dengan banyak port, dan biasanya diletakkan pada lokasi – lokasi yang didaulat menjadi center atau pusat. Router fisik ini merupakan jenis router yang banyak digunakan, karena kammpuannya yang besar dalam melakukan proses routing atau proses penghalaan dengan baik.

Router Software

Jenis yang berikutnya adalah Router Software. Router software ini adalah sebuah program atau aplikasi yang memungkinkan sebuah PC dengan sistem operasi populer menjadi sebuah router. Router software ini merupakan sebuah software yang dapat diinstal pada sistem operasi komputer, seperti windows, linux, ataupun macOS. Dengan menggunakan router software ini, maka sebuah PC, selain mampu untuk dioperasikan sebagai PC secara umum, bisa juga digunakan sebagai sebuah router. Meskipun begitu, tentu saja fungsi routingnya tidak sehebat penggunaan router fisik. Beberapa software yang biasa digunakan sebagai router antara lain adalah WinGate, WinRoute, Soygate, dan lain – lain.

Router PC

Router PC ini berbeda dengan router software. Apabila router software merupakan software yang mampu membuat PC memiliki fungsi tambahan sebagai router, maka router PC ini merupakan sebuah router yang memang sengaja diinstall pada PC, sehingga sebuah PC hanya mampu untuk bertindak sebagai router. Router pc ini sudah sangat jarang sekali digunakan. Meskipun begitu, router PC ini hanya membutuhkan spesifikasi yang rendah, seperti Pentium 2, RAM 64, harddisk 10 GB, dan spesifikasi rendah lainnya.

Fungsi Router

Setelah membaca semua penjelasan yang ada di atas, kini saatnya kita untuk sama-sama mengetahui tentang fungsi sebenarnya dari router ini. Router sendiri saat ini sudah banyak digunakan terutama untuk membantu meningkatkan efektivitas dari sebuah koneksi internet, dimana router akan dihubungkan dengan modem, atau sebuah modem yang bisa berfungsi sebagai router supaya bisa membagi konektivitas internet kepada usernya, secara wireless ataupun menggunakan kabel.

Penggunaan router banyak digunakan pada kampus – kampus ataupun perkantoran dengan wilayah yang luas, atau juga seringkali digunakan di dalam ruangan kecil atau rumah dengan komputer atau client lebih dari 1. Komputer ini bisa berupa PC, Laptop, Smartphone, maupun tablet PC.

Jaringan internet yang diperoleh dari ISP atau Internet Service Provider akan dibagi kepada customer, baik itu kantor, instutusi, maupun rumah pribadi bisa melalui jaringan wireless ataupun menggunakan jaringan serat optik. Untuk dapat memperoleh layanan jaringan internet, maka user akan membutuhkan receiver jaringan internet yang biasa kita kenal dengan istilah modem. Modem ini yang kemudian akan menyalurkan jaringan internet ke dalam rumah atau kantor.

Karena tidak mungkin untuk menginvestasikan satu modem untuk satu komputer, maka digunakanlah router. Router akan meneruskan jaringan internet yang ditangkap oleh modem kepada lebih dari 1 komputer yang ada di dalam satu rumah ataupun ruangan. Dengan begitu, maka setiap komputer di dalam ruangan yang sama akan terhubung dengan jaringan internet yang sama, dengan alat IP yang sama pula, sesuai dengan apa yang sudah diterima oleh modem.

Fungsi lain dari router adalah untuk menghubungkan suatu jaringan LAN ke dalam jaringan internet. Hal ini akan membuat setiap komputer yang saling terhubung dengan jaringan LAN akan bisa terhubung juga dengan jaringan internet. Biasanya, fungsi router seperti ini dapat dilakukan oleh router jenis DSL atau Digital Subscriber Line. Apabila kita membandingkannya dengan alat komunikasi jaringan yang lain, mungkin kita akan bingung perbedaan dari Router, Switch, Hub, dan juga Bridge, karena semuanya juga dapat berfungsi sebagai penyalur dan juga pemecah jaringan.

Bagaimana Cara Kerja Router

Pasti banyak dari kita yang bertanya-tanya ataupun penasaran tentang bagaimana sebenarnya cara kerja dari royter ini. Fungsi utama Router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah Router memiliki kemampuan Routing, artinya Router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan, apakah ditujukan untuk host lain yang satu network ataukah berada di network yang berbeda.

Jika paket-paket ditujukan untuk host pada network lain maka router akan meneruskannya ke network tersebut. Sebaliknya, jika paket-paket ditujukan untuk host yang satu network maka router akan menghalangi paket-paket keluar.

Contohnya disini kita akan menghubungkan 3 buah jaringan yang berbeda, disini kita menggunakan router untuk menghubungkannya. Maka kita bisa menghubungkannya secara runtut, atau bisa juga dengan menghubungkan masing-masing jaringan ke router yang ada.

Cara kerja dari pengiriman data pada jaringan router ini hampir sama seperti prinsip kerja dari rangkaian listrik seri dan paralel. Misalnya disini kita akan mengirimkan sebuah data dari subnet A ke B, apabila terjadi masalah pada router baik itu router A ataupun router B, maka data yang kita kirimkan akan mengalami masalah dan tidak akan data tersebut tidak akan sampai pada tujuan.

Hal ini tidak akan terjadi apabila ada sebuah router yang lain dan router tersebut menghubungkan subnet A ke C. Contohnya adalah konfigurasi 2, jika kita melakukan pengiriman data dari subnet A ke subnet C, dan apabila router A mengalami masalah, maka data yang kita kirim tetap bisa sampai tujuan karena sistem pada router akan memilih jalur dari router A kemudian melalui router B.

Jadi intinya router ini akan memilihkan jalur yang paling cepat dan optimal untuk mengirimkan atau mentransimisikan data yang kita kirim dari jaringan ke jaringan yang lain. Router punya yang namanya metric prefix yang terbuat dari sebuah table routing.

Setiap tranmisi jaringan akan memiliki metric precix, metric prefic ini yang nantinya akan membuat table routing. Saat kita melakukan pengiriman data antar jaringan, router akan memilih sebuah metric prefix dalam table routing yang memiliki nilai paling optimal dan kemudian meneruskan data yang kita kirim melalui jalur tersebut.

Nah, itu dia penjelasan lengkap mengenai router. Semoga ulasan yang ada pada artikel ini bisa menambah pengetahuan kita semua ya.

Share.

About Author