Touch Screen, Teknologi Yang Ternyata Sudah Ada Sejak Tahun 1971

0

Melihat kilas balik mengenai teknologi yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, yang mana sepertinya kita memang tidak bisa lepas dari teknologi yang satu ini. Ya, teknologi yang dimaksud adalah Handphone. Tentu kita semua masih ingat handphone yang pertama kali kita miliki. Sebagian orang pasti pernah memiliki handphone dengan desain yang terlihat klasik dengan tombol-tombol yang mencuat keluar.

Namun, seiring dengan perkembangan jaman kita tahu kalau sekarang ini kebanyakan atau sebagian besar handphoe yang ada di dunia telah berganti nama menjadi smartphone. Dan seiring perkembangan jaman juga, tombol-tombol yang tadinya mencuat tersebut mulai tidak dipakai lagi dan para produsen smartphone menggantinya dengan teknologi Touch Screen. Tentu dengan adanya teknologi ini, kita semakin puas dalam penggunaan smartphone, salah satunya adalah kita tidak perlu ribet lagi untuk mengoperasikan smartphone dengan tombol, melainkan hanya menyentuh bagian permukaan layar smartphone saja.

Nah, sebagai pengguna tentunya kita pasti pernah sepintas memiliki sebuah pertanyaan tentang bagaimana cara kerja dari teknologi touch screen ini. Untuk itu, pada artikel ini mari kita sama-sama membahas hal yang ada mengenai teknologi touch screen ini. Yuk simak ulasannya di bawah ini.

Teknologi Touch Screen

Di dalam keseharian, kita seringkali memanfaatkan sebuah teknologi tetapi kita tidak mengetahui pengertian dari teknologi tersebut. Salah satu teknoloi yang selalu kita gunakan di era modern ini adalah touch screen. Touch screen adalah sebuah perangkat display atau layar yang digunakan untuk mengetahui keberadaan dan lokasi dari suatu “sentuhan” di dalam suatu area dengan membaca titik-titik koordinat yang berasal dari sumber sentuhan yang menempel pada layar. Terminologi ini mengacu pada kontak atau sentuhan pada layar dengan menggunakan jari atau tangan. Teknologi ini juga bisa mengetahui sentuhan dari obyek pasif seperti stylus dan sejenisnya.

Touch screen sendiri juga banyak digunakan pada industri manufaktur yang mana pada industri tersebut sangat membutuhkan tingkat akurasi, sensivitas terhadap sentuhan dan juga tingkat durabilitas yang sangat tinggi. Namun, perangkat layar sentuh semakin lama kini semakin dapat dengan mudah ditemukan dalam perangkat-perangkat teknologi konsumen yang diproduksi secara massal, seperti pada komputer jinjing, pemutar musik seperti iPod Touch, dan telepon genggam seperti iPhone atau smartphone lainnya. Hal ini dimungkinkan karena perangkat layar sentuh dapat dibuat dalam berbagai ukuran tampilan.

Touch screen juga sering dipakai pada kios informasi yang terdapat di tempat-tempat umum, misalnya saja di bandara dan rumah sakit serta pada perangkat pelatihan berbasis komputer. Sistem layar sentuh tersedia dalam bentuk monitor yang sudah memiliki kemampuan layar sensitif sentuhan dan ada juga kit touch screen yang lebih ekonomis yang dapat dipasang pada monitor yang sudah ada.

Touch screen dikenal juga dengan sebutan dengan touch panels atau touch monitor, yang mana merupakan sebuah perangkat komputer yang biasanya digunakan untuk menampilkan informasi grafikal dan visual yang merupakan output dari sebuah perangkat komputer. Namun, yang membedakannya dengan monitor atau layar televisi biasa adalah apa yang ditampilkan di dalamnya dapat secara langsung berinteraksi secara fisik dengan penggunanya.

Maksudnya adalah kita dapat langsung menyentuh layar tersebut dengan tangan atau alat bantu lainnya untuk dapat mengakses apa yang ditampilkan di dalamnya. Dengan kata lain, touchscreen merupakan sebuah monitor yang sensitif terhadap sebuah sentuhan dan tekanan (resistif), sehingga perangkat ini memiliki dua fungsi yaitu, sebagai perangkat output karena menampilkan informasi dan input karena menerima informasi. Data yang dihasilkan dari sentuhan ini tentunya adalah data mengenai posisi tangan kita yang menyentuh sinyal ultrasonic tersebut. Jika ini dilakukan secara kontinu dan terdapat banyak sekali sensor gelombang ultrasonic pada media yang disentuhnya, maka jadilah sebuah perangkat touchscreen yang dapat digunakan.

George Samuel Hurst, Sang Penemu Teknologi Touch Screen

Banyak orang yang keliru dan mengatakan kalau teknologi touch screen sebenarnya ditemukan oleh perusahaan Apple. Namun, pada kenyataannya teknologi ini ditemukan oleh seorang yang bernama George Samuel Hurst atau biasa dipanggil dengan nama Sam. Beliau lahir pada 13 Oktober 1927 di Bell County, Kentucky dan meninggal 4 Juli 2010. Ia adalah seorang ahli Fisika, beliau juga memegang lebih dari tiga puluh hak paten, menulis banyak makalah teknis, dan menemukan komputer layar sentuh pertama.

George terdaftar di Berea College pada usia yang terbilang cukup muda yakni 15 tahun dan mendapat gelar BA dalam fisika pada tahun 1946. Kemudian dia melanjutkan pendidikannya untuk mendapatkan gelar MS dalam fisika dari University of Kentucky pada tahun 1948 dan bergabung dengan Oak Ridge National Laboratory (ORNL).

Sam bekerja sebagai peneliti di Divisi Fisika Kesehatan, di mana ia membuat banyak kontribusi besar, terutama dalam dosimetri neutron dan spektroskopi, ditambah berbagai kontribusi yang signifikan dalam instrumentasi dan analisis lapangan. Ketika bekerja di ORNL, ia melanjutkan karir akademis di University of Tennessee dan menerima gelar PhD pada tahun 1959. Dia pergi ke Jepang dengan rekan-rekan untuk mempelajari efek penyakit laten dan tingkat kematian dari korban bom atom. Pada akhir tahun 1960 Sam menjabat sebagai profesor fisika di University of Kentucky. Kembali ke ORNL, karir Hurst mengambil arah baru yang menarik ke dalam spektroskopi berbasis laser ultra-sensitif.

Sam meninggal 4 Juli 2010, satu hari setelah mengamati ulang tahun pernikahan ke-62 dengan seumur hidup istri dan sahabat, Betty P. Hurst. Selain istrinya, Mr Hurst meninggalkan seorang putranya, Donald E. Hurst dan istri, Linda, anak perempuannya, Karen Popham dan suami, Mike; saudara perempuannya, Sadie Robbins, tiga cucu, Erika Thum dan suami, George, Yosua Hurst dan istri, Kati, dan Abby Hurst, dan besar-cucu, Rachel Thum.

Sejarah Perkembangan Teknologi Touch Screen

Pertama kali “Touch Sensor” ini dikembangkan oleh Doktor George Samuel Hurst yang mana merupakan pendiri Elographics sekaligus sebagai seorang instruktur di University of Kentucky pada tahun 1971. Sensor yang ia temukan ini disebut “Elograph” dan telah dipatenkan oleh University of Kentucky Research Foundation. “Elograph” yang ditemukan ini tidaklah terlihat transparan seperti yang ada pada touch screen modern sekarang ini, namun walaupun demikian teknologi yang ada pada elograph telah menjadi tonggak sejarah yang sangat signifikan dalam teknologi touchscreen.

Pada tahun 1974 touchscreen pertama sesunggunya yang telah dilengkapi dengan permukaan transparan dikembangkan oleh Doktor Sam Hurst dan Elographics. Pada tahun 1977 Elographics dikembangkan dan dipatenkan dengan teknologi lima-kawat resistif, yaitu teknologi touchscreen yang paling populer digunakan saat ini.

HP-150 dari tahun 1983 telah menjadi salah satu komputer paling awal di dunia touchscreen komersial. Sesungguhnya tidak memiliki touchscreen dalam artian sempit, melainkan ia memiliki tabung CRT Sony 9″ yang dikelilingi oleh pemancar dan penerima infra merah, yang mendeteksi posisi setiap obyek non-transparan di layar. Awalnya touchscreens yang semula hanya bisa merasakan satu titik kontak pada satu waktu dan hanya memiliki sedikit kemampuan untuk merasakan seberapa keras seseorang menyentuh. Kini telah mulai berubah dengan komersialisasi dengan teknologi multi-touch.

Kemudian pada Tahun 1984, perusahaan teknologi Casio memperkenalkan produk barunya dengan teknologi Touch yaitu Casio AT 550 Watch. Permukaannya yang menggunakan teknologi touch screen yang melengkapi fasilitas kalkulator dari jam tersebut. Pengguna dapat mengganti jam digital itu menjadi kalkulator dengan hanya menekan tombol di bagian kiri, lalu menggunakan jari untuk menggambar masing masing angka dan pengoprasian matematika.

Pada tahun 1987 Apple memperkenalkan produk nya yang dinamai Apple Desktop Bus yang terkenal dengan nama ADB ini merupakan system pertama yang memungkinkan sesorang untuk terhubung dengan dua perangkat penunjuk yang serupa. Pada Tahun 1993, IBM dan Telephone Company Bellsouth memekenalkan Simon, sebuah perangkat telpon (ponsel) yang digambarkan sebagai “mesin nirkabel, pager, dan perangkat pengirim email, jadwal janjian, alamat, kalender, kalkulator dan sketchpad”, dan ponsel ini merupakan pernagkat pertama yang menkombinasikan teknologi layar sentuh dengan telephone.

Pada Tahun 1998, Akademis dari University of Delaware, Wayne Westerman dan John Elias memproduksi Finger Works. FingerWorks merupakan keyboard yang ber operasi lewat gesture dan iGesture Pad, sebuah konsep yang sama dengan konsep Magic Track Pad dari Apple. Akhirnya perusahaan yang memiliki logo buah apel tergigit ini membeli FingerWorks pada tahun 2005 dan meletakkan teknologi serta para penemu FingerWorks ini untuk mengerjakan iPhone dan iPad. Pada Tahun 2003, tiga orang bersahabat yg berasal dari Bordeaux, membuat layar Multi Touch Screen yang mampu memberi banyak sinyal melalui sentuhan jari, pada tahun 2005, perusahaan Jazz Mutant merilis Lemur, sebuah pengontrol musik dengan layar interface Layar Sentuh – Touch Screen.

Touchscreens akhirnya menjadi perihal teknologi yang biasa kita gunakan dan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Perusahaan menggunakan layar sentuh untuk sistem kios dalam pengaturan penjualan ritel dan pariwisata, pusat penjualan, ATM, dan PDA, di mana stylus kadang-kadang digunakan untuk memanipulasi GUI dan untuk memasukkan data. Popularitas ponsel pintar, PDA, game konsol portabel dan berbagai jenis peralatan informasi telah mendorong permintaan dan penerimaan touchscreens.

Jenis – Jenis Touchscreen

Tahukah kamu kalau touch screen ini memiliki beberapa jenis? Mungkin banyak dari kita yang berkata kalau teknologi touch screen adalah teknologi yang itu-itu saja. Namun nyatanya, teknologi ini dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Berikut ini adalah penjelasannya.

  • Resistive Screen

Untuk jenis yang pertama yaitu resistive screen. Sistem resistive adalah jenis touch screen yang mana layarnya dilapisi dengan lapisan tipis berwarna metalik yang bersifat konduktif dan resistive terhadap sinyal-sinyal listrik. Maksud dari lapisan yang bersifat konduktif yaitu lapisan yang bersifat mudah menghantarkan sinyal listrik, sedangkan lapisan resistif adalah lapisan yang menahan arus listrik. Kedua lapisan ini dipisahkan oleh sebuah bintik-bintik transparan pemisah, sehingga lapisan ini pasti terpisah satu sama lain dalam keadaan yang normal. Pada lapisan konduktif tersebut juga mengalir arus listrik yang bertugas sebagai arus referensi.

Ketika terjadi sebuah sentuhan, kedua lapisan ini kemudian pada prosesnya akan dipaksa untuk saling berkontak langsung secara fisik. Dengan adanya kontak antara lapisan konduktif dan resistif maka akan terjadi gangguan pada arus listrik referensi tersebut. Efek dari gangguan ini pada lapisan konduktif adalah akan terjadi perubahan arus-arus listriknya sebagai reaksi dari sebuah kejadian sentuhan. Perubahan nilai arus referensi ini kemudian dilaporkan ke controllernya untuk di proses lebih lanjut lagi. Informasi sentuhan tadi diolah secara matematis oleh controller sehingga menghasilkan sebuah koordinat dan posisi yang akurat dari sentuhan tersebut. Kemudian informasi diintegrasikan dengan program lain sehingga menjadi aplikasi yang mudah digunakan.

Teknologi ini tidak akan terpengaruh oleh elemen-elemen lain di luar seperti misalnya debu atau air, namun akan merespon semua sentuhan yang mengenainya, baik itu menggunakan jari tangan langsung maupun menggunakan benda lain seperti stylus. Sangat cocok digunakan untuk keperluan di dalam dunia industri seperti di pabrik, laboratorium, dan banyak lagi.

  • Capacitive Screen

Jenis touch screen yang berikutnya adalah capacitive screen. Sistem kapasitif memiliki sebuah lapisan pembungkus yang merupakan kunci dari cara kerjanya, yaitu pembungkus yang bersifat capasitive pada seluruh permukaannya. Panel touchscreen ini dilengkapi dengan sebuah lapisan pembungkus berbahan indium tinoxide yang dapat meneruskan arus listrik secara kontiniu untuk kemudian ditujukan ke sensornya. Layar ini bekerja dengan memanfaatkan muatan listrik yang ada ditubuh kita. Layar sentuh model kapasitif ini hampir tidak memiliki kelemahan yang berarti, karena layar ini adalah pengembangan terbaru untuk menggantikan layar resistif.

Lapisan ini dapat memanfaatkan sifat capacitive dari tangan atau tubuh manusia, maka dari itu lapisan ini dipekerjakan sebagai sensor sentuhan dalam touchscreen jenis ini. Ketika lapisan berada dalam status normal (tanpa ada sentuhan tangan), sensor akan mengingat sebuah nilai arus listrik yang dijadikan referensi. Ketika jari tangan kita menyentuh permukaan lapisan ini, maka nilai referensi tersebut berubah karena ada arus-arus listrik yang berubah yang masuk ke sensor. Informasi dari kejadian ini yang berupa arus listrik akan diterima oleh sensor yang akan diteruskan ke sebuah controller.

Proses kalkulasi posisi akan dimulai di sini. Kalkulasi ini menggunakan posisi dari ke empat titik sudur pada panel touchscreen sebagai referensinya. Ketika hasil perhitungannya didapat, maka koordinat dan posisi dari sentuhan tadi dapat di ketahui dengan baik. Akhirnya informasi dari posisi tersebut akan diintegrasikan dengan program lain untuk menjalankan sebuah aplikasi. Capasitive touchscreen baru dapat bekerja jika sentuhan-sentuhan yang ditujukan kepadanya berasal dari benda yang bersifat konduktif seperti misalnya jari.

Capasitive touchscreen baru dapat bekerja jika sentuhan-sentuhan yang ditujukan kepadanya berasal dari benda yang bersifat konduktif seperti misalnya jari. Tampilan layarnya memiliki kejernihan hingga sekitar 90%, sehingga cocok untuk digunakan dalam berbagai keperluan interaksi dalam publik umum seperti misalnya di restoran, kios elektronik, lokasi Point Of Sales, dan lain sebagainya.

  • Surface Acoustic Wave System

Teknologi touchscreen ini memanfaatkan gelombang ultrasonik untuk mendeteksi kejadian di permukaan layarnya. Di dalam monitor touchscreen ini terdapat dua tranduser, pengirim dan penerima sinyal ultrasonik. Selain itu dilengkapi juga dengan sebuah reflektor yang berfungsi sebagai pencegah agar gelombang ultrasonic tetap berada pada area layar monitor. Kedua tranduser ini dipasang dalam keempat sisi, dua vertikal dan dua horizontal. Ketika panel touchscreen-nya tersentuh, ada bagian dari gelombang tersebut yang diserap oleh sentuhan tersebut, misalnya terhalang oleh tangan, stylus, tuts, dan banyak lagi. Sentuhan tadi telah membuat perubahan dalam bentuk gelombang yang dipancarkan.

Perubahan gelombang ultrasonik yang terjadi kemudian diterima oleh receiver dan diterjemahkan ke dalam bentuk pulsa-pulsa listrik. Selanjutnya informasi sentuhan tadi berubah menjadi bentuk data yang akan di teruskan ke controller untuk diproses lebih lanjut. Data yang dihasilkan dari sentuhan ini tentunya adalah data mengenai posisi tangan kita yang menyentuh sinyal ultrasonik tersebut. Jika ini dilakukan secara kontinu dan terdapat banyak sekali sensor gelombang ultrasonic pada media yang disentuhnya, maka jadilah sebuah perangkat touchscreen yang dapat kita gunakan.

Teknologi ini tidak menggunakan bahan pelapis metalik melainkan sebuah lapisan kaca, maka tampilan dari layar touchscreen jenis ini mampu meneruskan cahaya hingga 90 persen, sehingga lebih jernih dan terang dibandingkan dengan Resistive touchscreen. Tanpa adanya lapisan sensor juga membuat touchscreen jenis ini menjadi lebih kuat dan tahan lama karena tidak akan ada lapisan yang dapat rusak ketika di sentuh, ketika terkena air, minyak, debu, dan banyak lagi.

Kelemahannya kinerja dari touchscreen ini dapat diganggu oleh elemen-elemen seperti debu, air, dan benda-benda padat lainnya. Sedikit saja terdapat debu atau benda lain yang menempel di atasnya maka touchsreen dapat mendeteksinya sebagai suatu sentuhan. Touchscreen jenis ini cocok digunakan pada ruangan training komputer, keperluan dalam ruangan untuk menampilkan informasi dengan sangat jernih dan tajam dan saat presentasi dalam ruangan.

  • Multi Touch Screen

Multi Touch Screen merupakan sebuah pengembangan dari teknologi layar sentuh yang sudah ada. Dari arti kata “multi” yang berarti banyak, sudah terlihat bahwa keunggulan layar sentuh ini dapat disentuh oleh lebih dari satu jari. Layar multi sentuh ini mampu disentuh oleh puluhan jari dari orang yang berbeda-beda secara bersamaan. Layar multi sentuh ini dapat digunakan untuk membesarkan, mengecilkan, mengubah posisi, dan memindahkan posisi objek pada layar monitor seperti foto atau games.

Bagaimana Cara Kerja Dari Teknologi Touch Screen

Teknologi touch screen memiliki beberapa komponen yang digunakan dalam mekanisme cara kerjanya, yaitu Touch Sensor, Controller dan Software. Berikut penjelasannya.

  • Touch Sensor

Touch Screen adalah panel dengan permukaan yang bersifat responsif terhadap sentuhan atau touch, sistemnya dibangun berdasarkan 3 tipe sensor, yaitu, Resistive (yang paling umum) surface acoustic wave, Dancapacitive ( yang pada umumnya di Smartphone ), jadi secara umum sensor menggunakan arus listrik yang menyebar pada device dan ketika kita menyentuhnya akan mengubah voltase, dan perubahan voltase ini akan memberikan tada titik sentuhan. Komponen ini terletak di bagian luar tampilan sebagai lapisan penerema inputan dari user atau sentuhan. Bagian yang di sentuh akan menimbulkan aliran listrik.

  • Controller

Pengontrol adalah hardware yang mengubah perubahan voltase pada sencor ke dalam sinyal yang diterima komputer atau device lain. Atau lebih lengkapnya ialah merupakan sebuah perangkat yang memproses dan mengubah voltase sinyal yang di terima dari komponen touch sensor yang berupa alus listrik dan di hubungkan ke prosessor atau perangkat yang lain.

  • Software

Software yaitu komponen yang memberikan informasi ke dalam Smartphone, komputer, tablet, perangkat game, dan lainnya, mengenai apa yang terjadi tehadap sensor dan informasi yang datang pengontrol, bagian mana yang disentuh, ini akan memicu device untuk bereaksi sesuai sentuhan yang didapat. Sebagai alat penerjemah data dari proses diatas tadi yang memungkinkan proses di atas sudah bekerja dengan baik dan ditampilkannya ke antar muka melalui sistem operasi.

Nah, itulah penjelasan mengenai touch screen, sebuah teknologi hebat yang sekarang banyak disematkan pada perangkat gadget yang sering kita gunakan dalam keseharian. Semoga artikel ini bermanfaat dan terima kasih karena sudah membaca.

Share.

About Author