Konflik Sosial, Pengertian Serta Faktor Penyebab Dan Dampaknya

0

Dalam kehidupan bermasyarakat tentunya terdapat interaksi sosial yang terjadi baik antar perseorangan atau antar kelompok. Didalam interaksi tersebut, terdapat kemungkinan-kemungkinan untuk timbulnya sebuah konflik. Konflik tidak selalu melibatkan kekerasan, namun kekerasan adalah salah satu bentuk konflik. Konflik merupakan perbedaan kepentingan, pertentangan dan perlawanan.

Bentuk konflik sebagai pertentangan ini dapat diselesaikan tanpa adanya kekerasan. Konflik sosial sendiri merupakan peristiwa yang pasti akan dialami oleh setiap individu sebagai makhluk sosial. Namun untuk mengetahi penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini, mari kita simak secara bersama ulasan dibawah ini.

Pengertian Konflik Sosial

Kata konflik sosial berasal dari bahasa latin yaitu configere yang berarti saling memukul. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konflik diartikan sebagai percekcokan, perselisihan, atau pertentangan. Konflik sosial secara adalah sebuah proses sosial yang terjadi antara dua pihak atau lebih, pihak satu berupaya menyingkirkan pihak yang lain dimana berusaha untuk membuat tidak berdaya atau menghancurkan pihak lawan.

Definisi konflik secara sosiologis adalah suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuat tidak berdaya.

Konflik social merupakan pertentangan yang terjadi dalam masyarakat. Menurut Robert M.Z.Lawang, konflik social merupakan alat untuk memperoleh hal-hal yang langka, seperti status, kekuasaan dan sebagainya. Konflik sosial terjadi antar individu, antar kelompok, antar ras dan antarbudaya. Konflik social merupakan fenomena social yang mewarnai kehidupan masyarakat.

Perubahan sosial akibat modernisasi seringkali diikuti oleh timbulnya konflik sosial. Proses reformasi yang sedang berjalan di Indonesia ternyata diwarnai oleh konflik sosial. Konflik sosial menyebabkan kehidupan masyarakat menjadi kacau. Oleh karena itu, konflik sosial harus segera diatasi agar tidak meluas dan mengancam.

Dalam sudut ilmu sosiologi, konflik sosial dapat diartikan sebagai berbagai masalah sosial yang menimbulkan pertentangan dalam kehidupan masyarakat atau bernegara, yang disebabkan oleh adanya perbedaan pendapat atau pandangan tertentu, akibat tidak adanya rasa toleransi dan perasaan saling mengerti akan kebutuhan individu masing-masing.

Konflik sosial merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat. Bahkan, tidak ada satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik. Tiap masyarakat pasti pernah mengalami konflik, baik konflik dalam cakupan kecil atau konflik berskala besar.

Nah, untuk konflik yang skalanya kecil misalnya konflik antar teman sendiri, rekan kerja, bawahan/atasan dan konflik dalam keluarga. Sementara konflik yang skalanya besar contohnya konflik antar kampung, antar golongan bahkan konflik antar keyakinan beragama.

Pengertian Konflik Menurut Pendapat Para Ahli

Dalam Negara demokrasi yang memiliki kemajemukan seperti Indonesia, potensi terjadinya konflik sangatlah besar. Dari berbagai contoh konflik sosial dalam masyarakat yang pernah terjadi di Indonesia menunjukkan bahwa konflik sangat identik dengan kekerasan yang berujung kerusuhan. Kemajemukan yang seharusnya menjadi salah satu kelebihan Indonesia di mata dunia Internasional justru menjadi bibit perpecahan.

Dampak akibat konflik sosial yang begitu besar sejatinya menjadi semacam pemicu bagi setiap anak bangsa untuk meramu kembali cara merawat kemajemukan bangsa Indonesia menjadi sebuah kekuatan. Untuk lebih jelasnya, kita simak beberapa definisi dari para ahli sosiologi berikut ini.

1. Soerjono Soekanto

Mendefinisikan konflik sebagai sebuah proses sosial dimana individu atau kelompok berupaya memeperoleh tujuan yang menjadi kepentingannya dengan cara menantang lawan disertai ancaman dan atau kekerasan.

2. Menurut Taman Dan Burgess “1921”

Keduanya memandang konflik sebagai bentuk yang berbeda dari kompetisi atau persaingan. Mereka menulis, keduanya merupakan bentuk interaksi, kompetisi atau persaingan adalah perjuangan antara individu atau kelompok individu yang dilakukan tanpa melalui kontak dan komunikasi. Di lain pihak konflik ialah sebuah perlombaan dimana terjadi kontak sebagai kondisi yang sangat diperlukan.

3. Konflik Sosial Menurut Fisher

Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Konflik bisa terjadi karena hubungan antara dua pihak atau lebih (individu atau kelompok) yang memiliki atau merasa memiliki tujuan-tujuan yang tidak sejalan.

4. Gillin dan Gillin

Melihat konflik sebagai bagian dari proses interaksi sosial manusia yang saling berlawanan. Artinya, konflik adalah bagian dari proses sosial yang terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan baik fisik, emosi, kebudayaan dan perilaku. Atau dengan kata lain konflik adalah salah satu proses interaksi sosial yang bersifat disosiatif.

5. Max Weber (1968)

Hubungan sosial disebut sebagai konflik apabila sepanjang tindakan yang ada di dalamnya secara sengaja ditujukan untuk melaksanakan kehendak satu pihak untuk melawan pihak lain. Dengan demikian, konflik merupakan suatu hubungan sosial yang dimaknai sebagai keinginan untuk memaksakan kehendaknya pada pihak lain.

6. James W. Vander Zanden

Nah, beda lagi dengan pendapat yang satu ini. Menurut James W. Vander Zanden Konflik adalah suatu pertentangan mengenai nilai atau tuntutan hak atas kekayaan, kekuasaan, status atau wilayah tempat yang saling berhadapan, bertujuan untuk menetralkan, merugikan ataupun menyisihkan lawan mereka.

7. Ariyono Suyono

Menurut Ariyono Suyono, Konflik adalah proses atau keadaan dimana dua pihak berusaha menggagalkan tercapainya tujuan masing-masing disebabkan adanya perbedaan pendapat, nilai-nilai ataupun tuntutan dari masing-masing pihak.

8. Menurut Lewis A. Coser

Pengertian konflik menurut Lewis A. Coser adalah sebuah perjuangan mengenai nilai-nilai atau tuntutan atas status, kekuasaan, bermaksud untuk menetralkan, mencederai, atau melenyapkan lawan.

9. Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1997)

Pengertian konflik menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis adalah warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontraversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.

10. Minnery

Menurut pendapat Minnery, konflik sosial memiliki pengertian sebagai interaksi yang terjadi di antara dua atau lebih pihak, dimana satu kelompok dan kelompok lain saling berhubungan dan saling bergantungan, tetapi dipisahkan oleh adanya perpedaan pada tujuan.

Nah guys, selain memahami definisi yang ada diatas, kalian juga wajib mengetahui macam-macam konflik sosial, untuk itu kita lanjut baca guys.

Macam-Macam Konflik Sosial

Konflik adalah proses sosial yang di dalamnya orang perorang atau kelompok manusia berusaha mencapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan dengan menggunakan ancaman atau kekerasan.

Sebagai bagian masyarakat negara dan masyarakat dunia, tidak ada seorang pun yang menginginkan timbulnya konflik. Walaupun demikian, konflik akan selalu ada di setiap pola hubungan dan juga budaya. Pada dasarnya konflik merupakan fenomena dan pengalaman alamiah. Dan berikut kita simak beberapa macam konflik yang ada.

1. Konflik Berdasarkan Pihak Yang Terlibat Di Dalamnya

  • Konflik dalam diri individu, merupakan konflik yang terjadi karena memilih tujuan yang saling bertentangan atau disebabkan oleh tugas-tugas yang terlalu banyak untuk ditinggalkan.
  • Konflik antar individu, konflik ini terjadi karena adanya perbedaan kepribadian antara individu satu dan individu lainnya.
  • Konflik antar individu dan kelompok, konflik ini merupakan konflik yang terjadi karena terdapat individu yang gagal beradaptasi dengan norma-norma kelompok di mana tempat ia bekerja.
  • Konflik antar kelompok dan organisasi yang sama, yaitu konflik yang terjadi karena setiap kelompok mempunyai tujuan dan mempunyai keinginan yang berbeda.
  • Konflik antar organisasi (conflik among organization), adalah konflik yang terjadi karena tindakan yang dilakukan oleh anggota organisasi yang menimbulkan dampak negatif bagi anggota organisasi lain.
  • Konflik antar individu dalam organisasi yang berbeda (conflik among individual in different organization), adalah konflik yang terjadi karena sikap atau perilaku anggota organisasi yang berdampak negatif anggota organisasi lain.

2. Konflik Berdasarkan Jenisnya Dikelompokkan Menjadi 4 bagian yaitu

  • Konflik Antar Suku

Ini merupakan suatu jenis konflik yang melibatkan antara 2 suku yang berbeda. Konflik ini disebut juga dengan konflik pertentangan. Karena memang pertentangan dalam konflik ini terjadi anatra suku satu dengan suku yang lain. Sehingga berujung keributan dan kerusuhan. Banyak macam faktor yang mempengaruhi terjadinya konflik ini, diantaranya yaitu faktor adat, faktor budaya, faktor agama, faktor norma sosial, dan faktor-faktor yang lain.

  • Konflik Antar Agama

Konflik jenis ini dilatarbelakangi oleh perbedaan agama antara yang satu dengan yang lain. Terjadinya konflik pertentangan ini karena mempunyai keyakinan dan kepercayaan yang berbeda. Konflik ini dapat bersifat secara universal konflik yang dapat terjadi antara kelompok-kelompok besar dengan agama tertentu

  • Konflik Antar ras

Konflik ini memang dilatarbelakangi oleh perbedaan ras, baik perbedaan suku, perbedaan warna kulit, atau perbedaan kasta social. Kesenjangan ini yang akhirnya mengakibatkan konflik dan terjadinya perpecahan. Konflik antar ras ini memang perlu untuk diperhatikan. Karena kita tidak boleh membeda-bedakan ras. Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

  • Konflik Antar Golongan

Konflik ini bergejolak dikarenakan pada suatu kelompok membeda-bedakan golongan kelompok yang lain. Atau dengan kata lain konflik ini terjadi karena perbedaan golongan antara kelompok. Banyak faktor yang menyebabkan konflik ini. Diantaranya adalah faktor social politik, pekerjaan dan lainnya.

3. Konflik Berdasarkan Fungsinya

  • Konflik konstruktif, adalah konflik yang mempunyai nilai positif kepada pengembangan organisasi.
  • Konflik destruktif, adalah konflik yang memiliki dampak negatif kepada pengembangan organisasi.

4. Berdasarkan Bentuknya

Berdasarkan bentuknya, kita mengenal konflik realistis dan konflik nonrealistis.

  • Konflik Realistis, adalah konflik yang berasal dari kekecewaan individu atau kelompok atas tuntutan-tuntutan maupun perkiraan-perkiraan keuntungan yang terjadi dalam hubungan-hubungan sosial. Misalnya beberapa orang karyawan melakukan aksi mogok kerja karena tidak sepakat dengan kebijakan yang telah dibuat oleh perusahaan.
  • Konflik Nonrealistis, adalah konflik yang bukan berasal dari tujuan-tujuan saingan yang bertentangan, tetapi dari kebutuhan untuk meredakan ketegangan, paling tidak dari salah satu pihak. Misalnya penggunaan jasa ilmu gaib atau dukun dalam usaha untuk membalas dendam atas perlakuan yang membuat seseorang turun pangkat pada suatu perusahaan.

5. Berdasarkan Tempat Terjadinya

  • Konflik in group yaitu jenis konflik yang terjadi dalam kelompok atau masyarakat.
  • Konflik outgroup yaitu jenis konflik yang terjadi antar kelompok dengan kelompok lainnya atau antar masyarakat dengan masyarakat lainnya.

6. Konflik Berdasarkan Sumber Konflik

  • Konflik Tujuan, adalah konflik yang terjadi karena adanya perbedaan individu, organisasi atau kelompok yang memunculkan konflik
  • Konflik Peranan, adalah konflik yang terjadi karena terdapat peran yang lebih dari satu.
  • Konflik Nilai, adalah konflik yang terjadi karena adanya perbedaan nilai yang dianut oleh seseorang berbeda dengan nilai yang dianut oleh organisasi atau kelompok.
  • Konflik Kebijakan, adalah konflik yang terjadi karena individu atau kelompok tidak sependapat dengan kebijakan yang diambil oleh organisasi.

Faktor-Faktor Penyebab Konflik Sosial

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab sehingga timbul suatu konflik dimasyarakat, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Memiliki Perbedaan Pandangan

Perbedaan pandangan dan pendapat seringkali menjerumuskan kedua kelompok atau lebih terlibat dalam konflik sosial. Perbedaan-perbedaan pandangan tersebut terjadi karena adanya perbedaan cara berpikir serta tujuan akhir yang ada pada masing-masing kelompok. Perbedaan ini sebenarnya dapat dihindari apabila di dalam kelompok tersebut memiliki suatu perasaan saling menghormati dan rasa toleransi yang tinggi.

2. Perbedaan Kebudayaan

Indonesia merupakan negara yang multikultur, artinya masyarakatnya terdiri dari berbagai macam budaya yang berbeda-beda. Perbedaan kebudayaan ini juga dapat menyebabkan terjadinya konflik sosial karena perbedaan kebudayaan yang ada di masyarakat akan berpengaruh pada pola pemikiran dan tingkah laku perseorangan. Ditambah lagi tidak adanya rasa saling menghormati diantara anggota masyarakat.

Contoh perbedaan kebudayaan yang menyebabkan terjadinya konflik sosial adalah seseorang yang dibesarkan pada lingkungan yang individualis dihadapkan pada lingkungan kelompok yang bersifat sosial.

Tentu, ia akan mengalami kesulitan jika ia ditunjuk sebagai pembuat kebijakan kelompok. Biasanya ia akan cenderung melakukan pemaksaan kehendak sehingga kebijakan yang diputuskan hanya menguntungkan pihak tertentu saja. Kebijakan seperti itu akan di tentang oleh kelompok besar dan dapat menyebabkan terjadnya konflik.

3. Adanya Perubahan Sosial

Perubahan sosial dapat terjadi dikarenakan adanya konflik sosial. Setelah reformasi bergulir, hampir seluruh tatanan hidup berbangsa dan bernegara mengalami perubahan. Hal ini ditandai dengan Perubahan UUD 1945. Namun, di masing-masing daerah proses perubahan sosial ini tidak sama sehingga menimbulkan konflik sosial.

Ketika zaman Orde Baru rakyat hidup dalam tekanan hampir di segala bidang. Tidak dipungkiri, rezim Orde Baru sangat fasih meredam terjadinya konflik sosial. Namun, hal-hal sebagai penyebab terjadinya tindakan penyalahgunaan kewenangan juga tidak sedikit, korupsi merajalela dan lain-lain.

Bentuk konflik yang disebabkan oleh perubahan sosial biasanya berupa penolakan dari sebagian masyarakat yang tidak siap atau tidak ingin berubah. Contohnya adalah adanya proses industrialisasi pada masyarakat pedesaan yang mendadak akan menyebabkan terjadinya konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat yang biasanya bercorak pertanian berubah dengan cepat menjadi masyarakat bercorak industi.

Nilai-nilai masyarakat yang mengalami perubahan seperti seperti nilai kegotongroyongan yang diubah menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan dengan pekerjaannya.

4. Perbedaan Kepentingan

Bentrokan kepentingan dapat terjadi di bidang ekonomi, politik, dan sebagainya. Hal ini karena setiap individu memiliki kebutuhan dan kepentingan yang berbeda dalam melihat atau mengerjakan sesuatu. Demikian pula halnya dengan suatu kelompok tentu juga akan memiliki kebutuhan dan kepentingan yang tidak sama dengan kelompok lain. Misalnya kebijakan mengirimkan pemenang Putri Indonesia untuk mengikuti kontes ‘Ratu Sejagat’ atau ‘Miss Universe’.

Dalam hal ini pemerintah menyetujui pengiriman tersebut, karena dipandang sebagai kepentingan untuk promosi kepariwisataan dan kebudayaan. Di sisi lain kaum agamis menolak pengiriman itu karena dipandang bertentangan dengan norma atau adat ketimuran (bangsa Indonesia).

Bangsa Indonesia yang selama ini dianggap sebagai suatu bangsa yang menjunjung tinggi budaya timur yang santun, justru merelakan wakilnya untuk mengikuti kontes yang ternyata di dalamnya ada salah satu persyaratan yang mengharuskan untuk berfoto menggunakan swim suit (pakaian untuk berenang).

Dampak Positif dan Negatif Konflik Sosial

Adapun konflik dalam arti positif disebut juga persaingan sehat, di mana pihak-pihak yang bersaing secara sadar bersikap sportif untuk mencapai suatu tujuan. Misalnya, semua atlit dituntut untuk sportif dalam bertanding. Pandangan moderen berpendapat bahwa konflik bersifat positif karena dangan adanya konflik dalam suatu masyarakat, maka akan terjadi dinamika dalam kehidupan.

Nah, perlu untuk anda ketahu bahwa konflik tidak hanya memberikan hasil yang berakibat negatif bagi masyarakat, namun konflik juga memberika dampak yang berakibat positif yang bermanfaat bagi masyarakat. Untuk itu dibawah ini terdapat beberapa dampak positif dan negatif dari sebuah konflik.

  • Dampak Positif Konflik
  1. Adanya yang memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas atau belum tuntas dipelajari.
  2. Adanya penyesuaian kembali norma dan nilai yang disertai dengan hubungan sosial dalam kelompok yang bersangkutan.
  3. Jalan untuk mengurangi ketegangan antarindividu dan antarkelompok.
  4. Untuk mengurangi atau menekan adanya pertentangan yang terjadi dalam masyarakat.
  5. Membantu menghidupkan kembali norma lama dan menciptakan norma baru.
  • Dampak Negatif Konflik
  1. Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok yang mengalami konflik dengan kelompok lain.
  2. Keretakan hubungan antar anggota kelompok, seperti akibat konflik antarsuku.
  3. Menimbulkan perubahan kepribadian pada individu, seperti adanya rasa benci dan saling curiga akibat perang.
  4. Adanya kerusakan harta benda dan hilangnya nyawa manusia.
  5. Terdapat domoniasi, juga penaklukan, yang terjadi pada salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.

Secara sosiologis, proses sosial bisa berbentuk proses sosial yang bersifat menggabungkan dan proses sosial yang memisahkan. Proses sosial yang bersifat asosiatif ditujukan pada terwujudnya nilai-nilai seperti keadilan sosial, cinta kasih, kerukunan dan solidaritas. Sayangnya proses sosial yang bersifat dissosiatif menuju pada terciptanya nilai-nilai negatif seperti, egoisme, kebencian, permusuhan kesombongan.

Adapun bentuk-bentuk penyelesaian konflik yang biasa digunakan adalah konsiliasi, mediasi, arbitrasi, koersi dan detente. Nah, guys jadi enggak usah bingung jika dilingkungan atau bahkan di tempat kerjaanmu sering terjadinya persaingan atau bahkan perseteruan antara satu orang dengan yang lain, mungkin saja penyebabnya seperti yang dijelaskan diatas. Entah itu perbedaan pendapat atau malah antara individu (masalah pribadi).

Share.

About Author